Kasus Salah Tangkap Keluarga Ujang Laporkan Oknum Polisi

Kriminal  SENIN, 25 FEBRUARI 2019 , 16:59:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Kasus Salah Tangkap Keluarga Ujang Laporkan Oknum Polisi

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Keluarga Haris Ismail alias Ujang (25) melaporkan penculikan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi ke Polda Sumatera Selatan. Keluarga pun sudah melampirkan hasil visum yang didapat dari RS Bhayangkara Palembang, tempat Haris kini dirawat.

Ayah korban, Hayan (61) mengatakan, Haris dan keluarganya tidak mengenal bidan Y, yang mengaku menjadi korban pemerkosaan pada Senin (18/2) dini hari di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Anak saya lagi kerja di proyek tol Kapalbetung, Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dia berangkat sama temannya hari Sabtu (16/2) pulang Kamis (21/2),” ujar Hayan saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Senin (25/2).

Hayan pun menjelaskan, jarak antara rumah mereka di Desa Kamal, Kecamatan Pemulutan Barat ke lokasi bidan tersebut di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, berjarak 25 kilometer.

Lokasinya itu jauh, harus lewat 8 desa kalau mau ke Simpang Pelabuhan Dalam dari rumah kami. Kenal pun tidak kami dengan bidan itu,” tutur Hayan.

Saat ini, Haris masih dalam masa pemulihan dan dirawat di RS Bhayangkara Palembang. Haris diketahui sudah sadarkan diri dan mulai bisa berdiri tegak. Namun bekas jeratan di kedua tangan serta memar di wajah masih bengkak dan membekas di wajahnya.

Hayan berujar, keluarga berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami anak bungsunya tersebut.

Ujang itu tulang punggung keluarga, anaknya satu masih kecil 5 tahun, kasihan dia gak bisa kerja. Kami inginnya penyelidikan terus  dilanjutkan, anak saya sudah dikeroyok," ujar dia.

Sementara itu Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara menegaskan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus salah tangkap, penculikan, dan penganiayaan yang dialami Haris yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian.

"Ini [pelakunya] oknum polisi, tidak mungkin preman nangkap orang disuruh ngaku perkosa. Itu tugas saya, tetap profesional. Saya tidak akan menutup nutupi kasus ini, kalau memang ternyata oknum polisi yang melakukan, itu aib kami. Betul akan kami sikat pelakunya, termasuk dugaan pemerkosaan itu. Asal tetap sesuai dengan yuridis, etis, dan teknis," ujar Kapolda.

Terkait kasus pemerkosaan bidan Y, Kapolda berujar, penyidik masih menunggu hasil visum dalam waktu dekat setelah menurunkan puslabfor untuk olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil puslabfor menyebut jika tidak ada ditemukan sperma di lokasi kejadian. Termasuk tidak adanya tanda-tanda pergulatan serta telapak kaki di lokasi. Sama sekali tidak ada, bersih," katanya.

Zulkarnain mengaku belum bisa memastikan apakah dalam kasus tersebut terjadi pemerkosaan.

"Saya tidak bisa mengatakan itu. Begitu naif kalau saya katakan [tidak ada pemerkosaan] itu. Saya tekankan ke penyidik untuk tetap membangun teori hipotesis dalam kasus dugaan pemerkosaan ini. Kita harus buktikan dengan setidaknya dua alat bukti," ujar Zulkarnain. [yip]
    
   




 

Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00