Terlibat Bisnis Keluarga, Pecatan Polisi Terancam Hukuman Mati

Kriminal  KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Terlibat Bisnis Keluarga, Pecatan Polisi Terancam Hukuman Mati
RMOLSumsel. Terlibat peredaran 2  kilogram sabu sabu dan 500 butir ekstasi membuat Firmansyah,  oknum pecatan anggota Polri asal Sumatera Selatan, menjalani sidang pembacaan dakwaan di PN Palembang,Kamis (21/2).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Joko Sungkowo dan hakim anggota Yohanes Panji serta Murni Rozalinda.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam sebagaimana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU tentang Narkotika," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Imam Murtadio.

Dalam dakwaan, pria berusia 31 tahun ini disebut menjadi bandar 2 Kg sabu dan ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Sumsel pada Kamis, 29 November 2018 lalu.

Tidak hanya Firman, polisi diketahui turut menangkap 3 bandar lain. Salah satunya yakni ibu mertua Firman, Eni Kusrini (41). Dari keempat bandar itu, polisi menyita 5 Kg sabu lebih yang kini berkasnya digelar secara terpisah.


"Hari ini yang menjalani sidang dakwaan hanya Firman, untuk yang lainnya belum tahu. Kemungkinan terpisah," kata Imam usai persidangan.


Untuk diketahui, Firmansyah merupakan pecatan anggota polri dari jajaran Polda Sumsel. Firman dipecat karena merusak mobil BNNP Sumsel saat penangkapan bapak mertuanya, Aji dan kini mendekam di sel lapas Banyuasin.


Dalam penangkapannya polisi menyebut bisnis barang haram ini sudah dijalankan bersama. Polisi pun menyebut ini bisnis keluarga dan jaringan bandar sabu lintas provinsi. [ida]

Komentar Pembaca
'Lautan' Manusia di Pinggir Sungai Musi Saat Kampanye Prabowo
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00