Perusahaan Alami Masa Sulit, Karyawan Kerja Serabutan

Ekonomi  RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 13:15:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Perusahaan Alami Masa Sulit, Karyawan Kerja Serabutan

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Kondisi PTP Mitra Ogan (MO) yang sedang mengalami masa sulit, membuat para karyawan di perusahaan sawit tersebut harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Bahkan dari informasi yang diterima di lapangan, tak sedikit dari karyawan yang harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Misalnya Kardi. Dirinya rela berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan terkadang menyadap kebun karet. Kadang-kadang saya juga ngojek,” kata Kardi saat dihubungi, Selasa (19/2).

Kondisi saat ini, diakuinya sangat terasa sulit. Pada Januari gaji baru dibayar 50 persen. Sisanya sesuai janji dari perusahaan akan dibayar pada tanggal 15, namun sampai saat ini sisa gaji tersebut belum juga dibayar. Sama halnya untuk Februari juga belum dibayar. Untuk Februari, kami memaklumi karena masih pertengahan bulan,” katanya.

Kondisi ini bukan hanya terjadi saat ini saja. Hal serupa juga pernah terjadi sebelumnya, meski akhirnya dibayar. Yang menjadi keluhan, ada tunjangan Pendidikan, Jamsostek dan DPLK sampai saat ini belum dibayar. Hal ini sudah terjadi beberapa tahun belakangan.

Seperti saya sudah 3 tahun tidak menerima tunjangan itu. Untuk Tunjangan Pendidikan dan DPLK saja sudah mencapai sekitar Rp 15 juta yang belum dibayar,” cerita Kardi.

Ia mengaku sudah karyawan tetap dan mulai mengabdi di perusahaan tersebut sejak tahun 98. Disinggung untuk jaminan kesehatan, juga dikeluhkan. Sebab terkadang terlambat bayar, sehingga kalau untuk berobat kebetulan lagi nunggak bayar, mereka terpaksa memakai biaya pribadi.

Harapan kita adalah kejelasan akan nasib. Saya juga bingung status kami ini apakah pegawai BUMN atau Swasta. Jumlah karyawan yang ada cukup banyak setahu saya mencapai lebih kurang 1.600 karyawan,” ceritanya.

Ia berharap kedepan agar perusahaan ini lebih maju lagi, dan perjuangan kawan-kawan ke Jakarta, kata Kardi bisa berhasil dan mendapatkan titik terang akan nasib mereka.

Kami berharap aktifitas pabrik kembali normal. Ya, benar kabar yang saya tahu untuk sementara pabrik ditutup tidak ada aktifitas, sampai ada kejelasan nasib karyawan,” katanya[sri]

Komentar Pembaca
'Lautan' Manusia di Pinggir Sungai Musi Saat Kampanye Prabowo
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00