Tim Perang Klaim..Rakyat Tertawa

Kedipan Mata Rosyida  SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 23:59:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Tim Perang Klaim..Rakyat Tertawa
TIGA hari setelah Debat Kedua Calon Presiden Pemilu 2019, jagat politik Indonesia terus membara. Padahal di panggung, debat yang digelar Minggu (17/2) malam di Hotel Sultan Jakarta itu berlangsung tenang dan damai. Justru di off-stage yang tegang dan panas.

Saat debat break karena jedah iklan, rupanya di luar panggung sempat terjadi kericuhan.  Terjadi ledakan yang mencederai beberapa pendukung salah satu pasangan capres-cawapres. Ada pula aksi di mana Tim Prabowo-Sandi mendatangi meja Komisioner KPU dan Bawaslu. Mereka mendesak kedua penyelenggara pemilu menindak Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Mereka merasa capres incumbent itu telah menyerang Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto., dengan menyebutkan luas lahan yang dimiliki mantan menantu Presiden Kedua RI Soeharto itu.

Di ajang debat, kericuhan tidak berlangsung lama. Karena masing-masing pihak berusaha menahan diri, demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran debat. Tentu saja demi persatuan dan kesatuan bangsa.  Tetapi tidak demikian halnya setelah debat berakhir. Saat kedua capres saling bersalaman dan cipika-cipiki di atas panggung, para pendukung kedua pihak sudah sama-sama melontarkan komentar ke berbagai media.

Kedua pihak saling mengklaim kemenangan jago masing-masing dalam debat. Berbagai topik dijadikan landasan klaim dengan berbagai argumennya. Namun dua topik paling hangat adalah luas lahan Prabowo, serta kegagapan Capres Nomor Urut 02 itu saat ditanya visi dan misinya untuk memajukan startup Indonesia agar menjadi unicorn.

Hingga hari ini, Rabu (20/2), ketegangan kedua kubu terus berlanjut. Kubu Prabowo terus menuding Jokowi telah melakukan penyerangan pribadi. Karenanya mereka yakin, Jokowi telah melakukan pidana pemilu. Puncaknya, Jokowi diadukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan tuduhan melanggar tata tertib debat, sehingga dia harus disanksi.

MENCERMATI semua itu, publik jadi heran. Apakah para politisi pendukung masing-masing capres gagal paham ?  Yaitu mereka tidak mampu memahami capres mana yang menyampaikan program-program baik sehingga menjadikan msyarakat mantap memilihnya? Atau ini merupakan bagian dari upaya mereka menggiring opini publik; bahwa jagoan mereka yang mesti dipilih pada Pemungutan Suara Pemilu Serentak 17 April nanti? Kalau benar begitu, kasihan mereka ya.

Klaim-klaim yang mereka buat terdengar lucu dan sangat naif. Bukannya membuat masyarakat pemilih tertarik, mereka malah menertawakan.

Rakyat Indonesia sangat cerdas. Saat debat berlangsung, masyarakat seantero negeri memelototi layar kaca mereka. Jadi publik yang menonton debat itu tahu persis;  siapa yang layak memimpin Indonesia untuk masa jabatan 5 ke depan. Mereka takkan terpengaruh oleh berbagai klaim masing-masing kubu di media massa maupun media sosial.   [*]



Komentar Pembaca
Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019

Startup Harus Rebut Pasar Ekonomi Halal
Cuma Sebatang Pohon..Separo Jawa Gulita
Maskawin 50 Suku Emas

Maskawin 50 Suku Emas

SENIN, 01 JULI 2019

Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00