Pelajaran dari #Uninstallbukalapak

Kedipan Mata Rosyida  JUM'AT, 15 FEBRUARI 2019 , 23:58:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Pelajaran dari #Uninstallbukalapak
PANDAI-pandailah meniti buih! Itu nasihat yang jamak kali kita terima dari para orangtua dulu. Sebetulnya nasihat ini berasal dari peribahasa Kalau pandai meniti buih, alamat badan sampai ke seberang.

Nasihat ini mengajarkan generasi muda untuk selalu bijaksana dalam bersikap, bertindak, dan berucap. Bijaksana di sini berarti peka akan situasi, kondisi, di mana, kapan, dan dengan siapa kita bicara atau berlaku. Sebab kurang bijak dalam berkata-kata atau berperilaku bakal menjadi bumerang, yang dampaknya tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Jika dikaitkan dengan  hashtag atau tanda pagar #Uninstallbukalapak versus #Uninstalljokowi, maka kita paham bahwa itu disulut oleh kegagalan seseorang membaca situasi. Adalah Achmad Zaky, CEO Bukalapak, yang gagal peka dalam bertwitter. Tulisannya yang hanya secuntil itu berakibat sedemikian dahsyat. Berdampak negatif pada perusahaan yang dia dirikan dan pimpin, Bukalapak.

Dapat dipastikan, Zaky mulanya sangat terkejut. Publik kok, ramai-ramai memboikot bisnisnya melalui #Uninstallbukalapak.

Semuanya berawal ketika ia mengkritik anggaran penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R&D) pemerintah dalam menghadapi Industri 4.0. Ia menuding anggaran itu terlalu kecil, dan berharap Presiden Baru menaikkan anggaran itu.

"Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini. (2016, in USD) 1. US 511 B (bilion), 2. China 451 B, Jepang 165 B, 3. Jerman 118 B, 5. Korea 91 B, 11. Taiwan 33 B, Australia 23 B, 24. Malaysia 10 B, 25. Spore 10 B, 43. Indonesia 2 B. Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulisnya di akun @acmadzaky

Sejumlah warganet yang mendukung Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 tersengat. Mereka balik menyerang kritik Ahmad Zaky tersebut. Ada yang menyebut Zaky tidak menghargai jasa Jokowi,  yang ikut mempromosikan Bukalapak  Mereka menyerukan boikot dan meramaikan tagar #uninstallbukalapak. Tagar ini jadi trending topic Twitter.

Merespon kejadian di luar dugaannya itu,  Zaky menghapus cuitannya. Ia pun meminta maaf kepada para pendukung Jokowi atas kicauannya tersebut.  Ia menyebut, ada kesalahan persepsi tentang kicauannya itu di mata pendukung Jokowi.

Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya. Jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa R&D merupakan pembeda negara maju dan miskin. Jika R&D tidak kuat maka Indonesia akan berkutat pada perang harga terus. Sementara negara maju mulai memikirkan perang inovasi.

"Tujuan dari twit saya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 tahun sampai 50 tahun kedepan, kita perlu investasi riset dan SDM kelas tinggi. Jangan sampai kalah sama negara lain," jelasnya.

Apapun yang dikatakan Zaky untuk membujuk hati publik tentu takkan begitu saja bisa diterima masyarakat. Sebab publik yakin, jika niatnya setulus yang dia katan maka tak mungkin Zaky menulis demikian. Jelas dari kalimat-kalimat yang dia tulis, tergambar ketidaksukaan dengan kebijakan pemerintah. Dan paling jelas di kalimat terakhir, dia menginginkan 'Presiden Baru'.  Dia tidak suka presiden sekarang, karena memberikan anggaran kecil...

BERCERMIN kejadian ini, banyak pelajaran bisa dipetik. Yang pertama tentu publik mengakui bahwa pendukung Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01 merupakan mayoritas. Satu tagar saja mereka buat bisa menghebohkan seatar negeri.

Pelajaran lain adalah orang harus selalu bijaksana. Tidak peduli apa kedudukan dan siapa dia, seseorang harus tahu diri. Dengan siapa dia berhadapan. Apa yang dia pertaruhkan saat membuat satu keputusan-dalam hal ini keputusan Zaky memberitahu publik bahwa dia mendukung salah satu capres.

Pelajaran lain adalah mengingatkan diri kita sendiri untuk selalu mawas dan bijaksana. Kita ingatkan diri dengan pepatah Jika pandai meniti buih, alamat badan sampai ke seberang. Dalam Bahasa Inggris lebih dahsyat; Fools rush in, where angels dare not..(Orang-orang bodoh bergegas masuk di mana para malaikat saja tidak berani). [*]

Komentar Pembaca
Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019

Startup Harus Rebut Pasar Ekonomi Halal
Cuma Sebatang Pohon..Separo Jawa Gulita
Maskawin 50 Suku Emas

Maskawin 50 Suku Emas

SENIN, 01 JULI 2019

Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00