M. Taufik: Dari Panik Jadi Blunder

Politik  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 14:20:00 WIB

M. Taufik: Dari Panik Jadi Blunder

Muhammad Taufik/NET

RMOLSumsel. Penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif adalah bentuk kriminalisasi penguasa terhadap oposisi.

Sebelum Slamet Maarif, pembungkaman kritik lewat kriminalisasi hukum sudah dialami musisi Ahmad Dhani dan akademisi Buni Yani. Menyusul, pemeriksaan terhadap ahli filsafat Rocky Gerung.

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Taufik mengatakan, pembungkaman kritik lewat kriminalisasi hukum ini bentuk kepanikan petahana menghadapi Pilpres 2019.

Setelah panik, maka muncul blunder. Dan blunder terbesar Jokowi adalah hoax pembebasan ustaz Abu Bakar Baasyir.

"Dari panik maka muncul jadi blunder. Kalau blunder terus-terus, insyaAllah ini tanda-tanda kita mau menang," ujar Taufik pengantar diskusi "Jelang Pilpres: Jokowi Blunder & Panik?" di kantor Seknas Prabowo-Sandi Jl. Hos Cokroaminoto No. 92 Menteng, Jakarta Pusat (Selasa (12/2), diberitakan RMOLNetwork.

Taufik menegaskan, rezim saat ini bisa saja membungkaman kritikan, tapi mereka tidak akan bisa menghentikan kehendak rakyat yang menginginkan pemimpin baru.

"Mereka bisa tangkap semua yang berhubungan dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi. Tapi mereka tidak bisa kerangkeng kehendak rakyat untuk melakukan perubahan," tutup ketua DPD Gerindra Jakarta itu.

Pembicara dalam diskusi yaitu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, budayawan Ridwan Saidi, dai nasional Ustaz Fahmi Salim, dan dosen psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Aad Satria Permadi. [sri]

Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00