Caleg Gerindra Tersangka, Erick: Bukan Kriminalisasi

Politik  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 11:43:00 WIB

Caleg Gerindra Tersangka, Erick: Bukan Kriminalisasi

Erick Thohir/net

RMOLSumsel. Terlihat ada  upaya menggiring opini dalam kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu oleh Slamet Maarif. Dia ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai calon legislatif (caleg), tapi disebutkan sebagai Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Karena itu Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin (TKN Jokowi-Ma'ruf) Erick Thohir meminta semua pihak arif dalam menyikapi hal ini. Menurutnya, tidak benar Slamet  dikriminalisasi. Ia ditetapkan tersangka bukan dalam kapasitas pendukung Prabowo-Sandi maupun Ketua PA212.

"Saya sangat keberatan kalau semua isu dikit-dikit hukum dibilang kriminalisasi," kata Erick di kawasan Slipi, Jakarta Barat seperti diberitakan JPNN, Selasa (12/2).

Erick menerangkan, pihaknya juga banyak dilaporkan oleh Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Termasuk dirinya dan Presiden Joko Widodo.

Namun, Erick melihat penegak hukum yang tergabung dalam Gakumdu objektif dalam mengusut laporan. "Saya rasa, KPU dan Bawaslu itu sangat profesional," jelas dia.

Erick juga meminta semua pihak termasuk media tidak terjebak dalam politisasi penetapan tersangka Slamet. Menurut dia, proses perkara terhadap Slamet sudah sesuai koridor hukum.

"Jangan terjebak juga dengan berita-berita fitnah. Ingat, sekarang gerakan-gerakan daripada kaum pintar dan baik, dari alumni-alumni sekarang sudah mulai gerak (dukung Jokowi)," tandas Erick.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Muzani menyesalkan penetapan Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau Ketum PA 212 Slamet Ma'arif sebagai tersangka pelanggaran kampanye.

Muzani menjelaskan bahwa sekarang sudah terlihat orang-orang yang berpotensi mendulang suara di lingkaran BPN mulai digerus satu per satu.

"Ada Ahmad Dhani, sekarang Slamet Ma'arif. Mungkin nanti siapa dan seterusnya. Sementara mereka sepertinya timnya baik-baik, bersih, tidak ada kesalahan," kata Muzani di sela-sela perayaan HUT Ke-11 Partai Gerindra di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (11/2). [ida]

Komentar Pembaca