Palembang Tambah Fly Over Lagi

Politik  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 21:59:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Palembang Tambah Fly Over Lagi

Kasatker P2JN) Provinsi Sumsel, BBPJN Wilayah V, Dadi Muradi usai rapat di Balai Kota Setda Kota Palembang. (rmolsumsel/rms)

RMOLSumsel. Rencana penambahan Fly Over yang pernah di wacanakan Pemerintah Kota Palembang pada tahun 2018 akan segera direalisasikan. Dimana, hari ini, Senin (11/2/19), menjadi tahap pemantapan titik lokasi pembangunan, yang akan dilaksanakan di Sekip Ujung.

Kepada RMOL Sumsel, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN) Provinsi Sumsel, Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN) Wilayah V, Dadi Muradi menyampaikan, hari ini adalah rapat pemantapan rencana pembangunan jembatan Fly Over yang menghubungkan jalan Basuki Rahmat dan R Sukamto.

Dimana, dalam rapat dibahas terkait pemantapan pembebasan lokasi untuk pembebasan lahan pembangunan yanv rencananya akan dimulai pada 2020 mendatang.

"Hari ini kita rapat untuk penetapan SK (Surat Keputusan) lokasi pembangunan Fly Over," ungkapnya usai rapat yang dilaksanakan di Balao Kota sore ini.

Dadi menerangkan, setelah SK penetapan ini, maka pembangunan akan dimulai setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyelesaikan lahan yang akan dibebaskan.

"Jadi setelah penetapan SK ini, maka kita akan langsung cek ke lokasi untuk menentukan lahan yang akan dibebaskan. Karena, pengerjaan akan dilakukan setelah pembebasan lahan benar-benar sudah selesai dilaksanakan," terangnya.

Pembebasan lahan yang diinginkan pihaknya, tambah Dadi, yakni Pemkot harus menunjukkan bukti kwitansi pembebasan lahan yang sudah dilakukan.

"Kita gak mau seperti pembangunan lainnya. Kita ingin pembebasan lahan selesai dan minta bukti kwitansi pembayaran lunas," ujarnya.

Selain itu, untuk pembangunan Fly Over simpang sekip ujung ini lebih panjang dibanding Fly Over lainnya seperti simpang Polda, Jakabaring, Keramasan dan Simpang Bandara.

"Fly Over simpang sekip ujung ini lebih panjang yakni 843 meter dan jembatannya panjang 456 meter," tegasnya.

Untuk dana yang dibutuhkan yakni Rp 271 miliar dengan sistem multiyears dan target penyelesaian dua tahun.

"Pembangunan ini akan dilakukan pada 2020 dan target selesai 2022," tandasnya. [sri]














Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00