Berita Hoaks, Bentuk Pihak Lain Tidak Mampu Bersaing

Politik  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 18:15:00 WIB

Berita Hoaks, Bentuk Pihak Lain Tidak Mampu Bersaing

Sidarto Danusubroto / NET

RMOLSumsel. Berita bohong alias hoaks mendeskreditkan pemerintahan yang sah merupakan bentuk ketidakmampuan pihak lain untuk bersaing secara sehat dalam kontestasi pilpres 2019.

"Penyebarluasan berita dan informasi yang tidak berdasarkan data valid yang terjadi saat ini merupakan bentuk ketidakmampuan dari pihak lain untuk mengakui keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo," ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto dalam seminar "Menangkal Berita Bohong dan Hoaks Jelang Pilpres 2019", di Padang.

Dalam seminar tersebut hadir antara lain Ketua Umum Harmoni Indonesia Firdaus Ali, Bupati Solok , dan beberapa pejabat dari pusat serta Sumatera Barat.

Menurut Sidarto, isu yang terus dikembangkan seperti China, PKI, anak haram, merupakan berita yang sama sekali tidak memiliki dasar validitas.

"Inti dari berita-berita seperti itu hanya untuk mengganggu stabilitas sosial masyarakat yang sudah kondusif," ujar Sidarto.

Sidarto menyebutkan, capres petahana adalah orang yang selalu melaksanakan salat lima wakti dan pandai membaca Alquran. Sementara kandidat lain tidak rajin salat dan tidak bisa baca Alquran.

Sidarto menambahkan, Jokowi memang sudah menjadi sosok yang sederhana semenjak menjadi calon Wali Kota Solo. Bahkan setelah menjadi presiden juga seperti itu, tetap menjadi sosok yang sederhana,.

Ketua Umum Harmoni Indonesia, Firdaus Ali mengatakan, Jokowi tidak pernah memiliki niat untuk membalas hoaks yang disebarkan oleh lawan politiknya.

"Banyak isu yang tersebar di tengah masyarakat. Tapi, Jokowi tidak pernah ingin membalas itu. Padahal beliau memiliki kekuatan yang bisa membalas itu," ujarnya.

Terkait utang, lanjutnya, selama empat tahun pemerintahan Jokowi menambah utang Rp 1.644,23 triliun tapi juga membayar Rp 1.600 triliun utang. Dengan itu, Jokowi sudah membangun banyak infrastruktur seperti pembangunan embung, jalan, dan hal lainnya.

"Bahkan dalam pemerintahan 4 tahun terakhir pembangunan melebihi 10 tahun kepemimpinan sebelumnya. Di zaman Bapak Soeharto pun bisa dibandingkan," katanya.

Ia mengungkapkan, bagi masyarakat Minangkabau yang mendukung Jokowi, jangan pernah takut menyebarkan kebenaran. Bahkan, untuk kampanye pun jangan takut untuk bersuara. [irm]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00