PUBLIKA

UJIAN KEBIJAKSANAAN PUNTADEWA

Oleh: Jaya Suprana

OPINI  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 08:30:00 WIB

UJIAN KEBIJAKSANAAN PUNTADEWA
DI dalam kisah Wayang Purwa yang berakar pada Mahabharata terdapat lima tokoh Pandawa bersaudara terdiri dari Puntadewa, Werkudara, Permadi, Nakula, Sadewa yang di dalam kisah Mahabharata menyandang nama Yudistira, Bisma, Arjuna, Nakula, Sadewa.


Masa Pembuangan

Dalam pertikaian perebutan kekuasaan melawan Kurawa bersaudara yang berjumlah seratus orang, Pandawa Lima sempat mengalami masa pembuangan.

Pada masa pembuangan tersebut terjadi suatu episode yang melukiskan kebijaksanaan Puntadewa.

Ketika Pandawa Lima sedang dalam kondisi kehausan di dalam hutan, Sadewa pergi mencari air minum untuk saudara-saudaranya. Setelah Sadewa tak kunjung kembali maka Nakula pergi menyusul. Namun Nakula juga tidak kembali maka Permadi menyusul yang kemudian disusul Werkudara.

Setelah keempat adindanya tak kunjung kembali maka pergilah Puntadewa mencari mereka.

Teka Teki

Sesampai di tepi sebuah telaga, Puntadewa melihat seorang raksasa mengerikan berdiri di samping jenazah Werkudara, Permadi, Nakula dan Sadewa.

Sang raksasa kemudian berkata pada Puntadewa bahwa barang siapa ingin minum air dari telaga tersebut harus sanggup menjawab sebuah teka-teki yaitu makhluk apakah yang saat kecil berkaki empat dewasa berkaki dua dan setelah tua berkaki tiga?

Puntadewa menjawab bahwa makhluk itu adalah manusia yang di masa kecil belum sanggup berjalan maka merangkak dan setelah dewasa sanggup berjalan dengan kedua kakinya lalu setelah tua tubuhnya mulai bungkuk dan melemah kakinya maka membutuhkan tongkat sebagai penyangga tubuh.

(Di masa kini teka-teki itu bisa berubah menjadi makhluk apakah apakah yang saat kecil berkaki empat, dewasa berkaki dua dan setelah tua berkursi roda”).

Keadilan

Sang raksasa kagum atas kemampuan Puntadewa menjawab teka-tekinya lalu menanyakan pada Puntadewa, jika ia dapat menghidupkan satu dari keempat saudaranya maka yang manakah yang akan dihidupkan.   

Puntadewa bisa saja meminta Permadi atau Werkudara sebagai saudara kandungnya untuk dihidupkan namun Puntadewa menjawab bahwa Nakula lah yang ia minta untuk dihidupkan.

Ketika sang raksasa menanyakan alasannya maka Puntadewa menjawab bahwa jika keempat putra Pandu meninggal maka yang tersisa adalah seorang putra dari Dewi Kunti, maka sebagai putra sulung dari Dewi Kunti ia meminta Nakula, putra sulung dari Dewi Madrim.

Dengan demikian keturunan Pandu dari Dewi Madrim dan Dewi Kunti tetap hadir di dunia.

Sang Raksasa terharu atas jawaban tersebut lalu menghidupkan Bima, Permadi, Nakula, Sadewa. Sementara dirinya sendiri berubah menjadi Batara Darma yang turun ke marcapada demi menguji kebijaksanaan Puntadewa. [rmol]


Penulis adalah Pembelajar Kebudayaan Nusantara

Komentar Pembaca
Ketika Amerika Tidak Berwibawa Lagi
Kemelut Hong Kong

Kemelut Hong Kong

MINGGU, 21 JULI 2019

Mengenang Mas Wendo

Mengenang Mas Wendo

SABTU, 20 JULI 2019

RIP Mas Arswendo (1948-2019)

RIP Mas Arswendo (1948-2019)

SABTU, 20 JULI 2019

Trump Terpojok, Tapi Game Masih Berlangsung
Humorologi Dalai Lama

Humorologi Dalai Lama

SELASA, 16 JULI 2019

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00