Teror Bakar Mobil-Motor untuk Kacaukan Pemilu

Kriminal  JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 11:45:00 WIB

Teror Bakar Mobil-Motor untuk Kacaukan Pemilu
RMOLSumsel. Sudah sebulan ini masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya dibuat resah. Sebab dalam wakatu singkat sudah terjadi 30an mobil dan sepedamotor yang dibakar orang tak dikenal

Kriminolog Universitas Diponegoro Nurochaeti menuturkan, pelaku teror sudah mempelajari kondisi wilayah Semarang dan sekitarnya yang akan dijadikan sasaran. Pengamanan di daerah pinggiran kurang ketat. Selain itu, jumlah personel yang bertugas sedikit serta fasilitas pendukung minim.

"Titik lemah kondisi keamanan tersebut tentu menjadi pertimbangan para pelaku untuk melakukan aksi teror," terang dia.

Berdasar data analisis dan evaluasi (anev) Polrestabes Semarang dan Polres Kendal, lanjut perempuan yang akrab disapa Eti itu, pelaku yang beraksi di dua wilayah tersebut mungkin masih dalam satu jaringan.

Indikasinya, waktu beraksi, modus operandi, serta sasaran wilayahnya sama. Teror juga diperkirakan terjadi hingga tahapan pemilu selesai.

"Belum ada titik terang untuk mencurigai pihak-pihak, baik perorangan maupun kelompok, yang bertanggung jawab terhadap teror pembakaran," kata dosen spesialis ilmu kriminologi, penologi, dan viktimologi itu.

Sementara itu, Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal menuturkan bahwa pelaku teror merupakan sekelompok kecil orang. Korps Bhayangkara yakin akan dapat mengungkap kasus tersebut.

Iqbal menyebutkan, ada beberapa petunjuk yang didapatkan. Namun, dia tidak memerincinya. Iqbal langsung beralih menjelaskan motif yang dipastikan bukan merupakan dendam. "Hampir semua korban gak ada masalah. Tidak ada dendam," papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintah seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah untuk tetap waspada. Perintah tersebut tidak hanya di daerah yang sudah terjadi teror pembakaran kendaraan. Namun, berlaku untuk semuanya.

"Saya juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Kapolda, Pangdam, dan instansi terkait sudah berjalan dengan cara, instrumen, dan kewenangan masing-masing." [ida]

Komentar Pembaca
Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 19:00:00

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 10:00:00

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00