Propaganda Rusia...

Kedipan Mata Rosyida  KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 , 02:10:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Propaganda Rusia...
SEJAK Minggu (3/2), istilah Propaganda Rusia mendadak populer di Tanah Air. Tepatnya setelah Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebutkannya dalam pertemuan Sedulur Kayu dan Mebel di Solo, Jawa Tengah.

Di kesempatan itu, Jokowi mengatakan ada tim sukses yang memakai Propaganda Rusia (konsultan asing). Sontak pernyataan itu mendapat tanggapan dari kubu Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

Kubu Prabowo yang menyampaikan bantahan sengit, para pengamat terutama yang kontra pemerintah juga sibuk berkomentar. Karena memang, Kubu Prabowo menggoreng-goreng pernyataan ini, dengan masuk menjadikannya bumerang bagi Kubu Jokowi.

Banyak pengamat dan politisi kebablasan mengomentari istilah Propaganda Rusia ini. Ada yang memprediksi hubungan diplomatik Indonesia-Rusia bakal memburuk karena Jokowi menyebut istilah itu. Ada yang menyebut Jokowi mau bunuh diri. Ada pula yang mengatakan Jokowi sengaja cari masalah dengan Rusia, seakan-akan tengah menenggelamkan negeri sendiri.

Untuk meredakan situasi, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily memberikan penjelasan. Propaganda Rusia hanya sebuah istilah, yang tak ada kaitan dengan intervesi Rusia pada proses politik di Indonesia.

Istilah Propaganda Rusia mulai populer setelah RAND Corporation terbitkan artikel The Russian Firehouse of Falsehood. Artiket Itu ditulis oleh Christopher Paul dan Miriam Matthews pada 2016. Artinya istilah itu sudah mulai populer sejak tiga tahun yang lalu. Murni istilah dan referensi akademik," kata Ace, Senin (4/2).

Penggunaan propaganda Firehose of Falsehood ditenggarai digunakan dalam berbagai proses politik elektoral di Brazil, Mexico, dan terakhir juga di Venezuela. Sehingga, kata Ace, sudah menjadi bagian dari metode perpolitikan baru di era post-truth.

Karena itu, Presiden Jokowi menyatakan bahwa  istilah Propaganda Rusia sudah menjadi bagian dari metode perpolitikan baru di era post-truth.

Senada dengan klarifikasi Jokowi.  Menurutnya, Propaganda Rusia menghendaki Semburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat menjadi ragu.

KITA menduga Masa Kampanye Pilpres 2019 terlalu panjang.  Ini menyebabkan dua kubu tersebut kurang kreativitas. Mereka yang seakan-akan  menunggu ada statemen lawan yng kontroversial, lalu menggoreng-gorengnya.*

Komentar Pembaca
Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

NYOBLOS YUUK...

NYOBLOS YUUK...

RABU, 17 APRIL 2019

KAMPANYE PAMUNGKAS...

KAMPANYE PAMUNGKAS...

SABTU, 13 APRIL 2019

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

KAMIS, 11 APRIL 2019

Kampanye PAS Besok Pasti

Kampanye PAS Besok Pasti "Sepi"..

SENIN, 08 APRIL 2019

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00