Diantar Mobil, WNI Ledakkan Bom di Filipina

Kriminal  SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 17:49:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Diantar Mobil, WNI Ledakkan Bom di Filipina
RMOLSumsel. Hingga hari ini belum terungkap siapa pasangan suami-istri (pasutri) asal Indonesia, yang diduga terlibat pemboman gereja di Filipina pekan lalu. Namun mobil yang mengantarkan mereka sudah ditemukan, bersamaan dengan 5 orang yang menyerahkan diri.

Kelima orang tersebut merupakan anggota milisi Abu Sayyaf, yang diyakini berada di balik dua serangan bom terhadap sebuah gereja Katolik di Jolo, Filipina selatan.

Menurut pihak Kepolisian Filipina seperti diberitakan Kantor Berita BBC, Selasa (5/2), salah satu yang menyerah adalah Kammah Pae, alias Kamah.

Kepolisian menduga petinggi Abu Sayyaf tersebut turut membantu dua pelaku penyerangan, yang disebut aparat Filipina merupakan pasangan suami istri berkewarganegaraan Indonesia.

Menurut Kepala Kepolisian Filipina Jenderal Oscar Albayalde, Kamah dan empat rekannya terpaksa menyerahkan diri. Mereka takut tewas dalam operasi gabungan militer-polisi setelah pengeboman.

"Dia terpaksa menyerah. Dia mungkin tidak ingin mati dalam serangan militer," kata Albayalde kepada wartawan, sebagaimana dikutip harian Filipina, the Inquirer.

Aparat Filipina menyatakan telah menewaskan tiga anggota Abu Sayyaf dan, sebaliknya, kehilangan lima personel dalam operasi pengejaran di Sulu, Filipina selatan.

Albayalde mengatakan kelima tersangka yang menyerahkan diri merupakan anggota Ajang-Ajang, kelompok sempalan di tubuh Abu Sayyaf beranggotakan 22 orang.

Kelompok Ajang-Ajang ini dipimpin oleh Hatib Hajan Sawadjaan yang diyakini bertanggung jawab atas dua serangan bom terhadap gereja di Jolo yang menewaskan 23 orang dan mencederai hampir 100 lainnya.

Menurut Albayelde, Kamah membantah terlibat dalam bom ganda tersebut. Namun, lanjut Albayelde, keterangan sejumlah saksi mata menyebutkan Kamah mendampingi pasangan suami istri asal Indonesia ke gereja tersebut.

Aparat keamanan menemukan perangkat peledak rakitan. Ada pula kendaraan roda empat yang diduga dipakai mengangkut pasangan suami-istri asal Indonesia dari rumah Kamah, kata Albayelde.

Empat rekan Kamah yang menyerahkan diri, sambung Albayelde, juga mengakui "berpartisipasi" dalam serangan terhadap gereja.

Keempat orang itu bernama Albaji Kisae Gadjali, alias Awag; Rajan Bakil Gadjali, alias Rajan; Kaisar Bakil Gadjali, alias Isal, dan Salit Alih, alias Papong.
Pasutri asal Indonesia

Sosok yang pertama kali menyebut bahwa pasutri asal Indonesia diduga sebagai pelaku peledakan dua bom di di Gereja Katolik Maria Gunung Karmel adalah Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano.

Bahkan, kepada CNN Philippines, Ano mengatakan salah seorang dari pasangan WNI bernama Abu Huda. Meski demikian, Ano tidak menjabarkan bukti yang melandaskan pernyataannya tersebut. [ida]

Komentar Pembaca