DPO Pembunuh Pelajar Ini, Mati !

Kriminal  SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 11:20:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

DPO Pembunuh Pelajar Ini, Mati !
RMOLSumsel. Ali Nata (37) mantan Security Stasiun Kereta Api Baturaja, warga Desa Pandang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, tersungkur mati.

Bagian dadanya kena pelor karena melawan petugas menggunakan sebilah pisau miliknya, saat hendak ditangkap. Ia tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Ali Nata, merupakan tersangka yang sempat buron dan menjadi DPO pihak Kepolisian Polres OKU, lantaran telah melakukan pembunuhan pada September 2018 lalu terhadap Riki Wirawan (16), pelajar SMK 3 OKU yang tinggal di Jln Pahlawan kemarung, Gg. Durian No. 323, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur, OKU.

Tersangka juga diketahui residivis dan sudah pernah masuk penjara kasus pembunuhan tahun 2007 silam di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU yang mengakibatkan Korbannya meninggal dunia.

Lalu pelaku menjalani hukuman penjara di Rutan Sarang Elang Baturaja. Kemudian pada tahun 2010 pelaku mengulangi perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap warga di Desa yang sama dengan cara menusuk sehingga korban mengalami luka tusukan, tetapi telah berdamai secara kekeluargaan.

Namun seperti tidak jera, pada September 2018 pelaku kembali menusuk dan menewaskan seorang pelajar berumur 16 tahun bernama Riki Wirawan.

Tersangka kita tangkap karena sebelumnya telah melakukan tindak pidana penganiayaan anak dibawah umur yang menyebabkan kematian dengan korban atas nama Riki Wirawan. Yang mana kronologis kejadian pada hari Minggu tanggal 10 September 2018 lalu, sekira jam 17.30 Wib di Stasiun Kereta Api Baturaja," kata Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari.

Dijelaskannya, peristiwa tersebut berawal dipicu dari adu argumen yang dilanjutkan dengan perkelahian. Dan pada saat terjadi perkelahian, pelaku menusuk korban bertubi-tubi dengan sangkur yang digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari sebagai security.

Dari penusukan tersebut korban tewas dengan 7 lobang, diantaranya bagian rusuk kanan, bawah ketiak sebanyak 2 lobang, dada kiri 1 lobang, lengan kiri 2 lobang dan bagian punggung 2 lobang.

Usai melakukan penusukan pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang penuh dengan darah. Namun pada hari Minggu kemarin tepatnya tanggal 03 Februari 2018 sekira jam 17.00 Wib kita mendapatkan informasi dari jaringan, bahwa pelaku sedang berada di Desa Ulak Pandan Kecamatan Semidang Aji. Kemudian sekira jam 18.00 wib anggota Resmob yang dipimpin Kasatreskrim dan Kanit Pidum langsung menuju ke lokasi tempat pelaku berada," ungkap Kapolres.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha melarikan diri bahkan melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dari pinggangnya. Dan sempat mencederai salah satu anggota Resmob bernama Briptu Edi Yayogi, karena terkena sabetan pisau pelaku yang menyebabkan luka di bagian tangan sebelah kanan.

Lalu petugas kita melakukan tembakan peringatan ke udara terhadap pelaku namun tidak dihiraukan, selanjutnya petugas pun menembak salah satu kaki pelaku pun tetap mengadakan perlawanan. Sehingga tidak mau ambil resiko petugas melakukan tindakan tegas, terarah dan terukur melumpuhkan pelaku dengan menembak bagian dada," pungkas AKBP Dra NK Widayana Sulandari.

Adapun barang bukti (bb) yang berhasil diamankan pihak Kepolisian dari pelaku yaitu 1 bilah senjata tajam jenis pisau, 1 buah jimat yang terbungkus plastik, 1 unit Handphone merk Nokia 1202 warna hitam beserta 1 baju lengan panjang warna Abu-abu dan 1 celana jeans warna cokelat. [sri]






Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00