Tertangkap, Pembunuh Mahasiswi UIN Pemain Lama

Kriminal  MINGGU, 03 FEBRUARI 2019 , 16:13:00 WIB | LAPORAN: EDWINSYAH SATRIA

Tertangkap, Pembunuh Mahasiswi UIN Pemain Lama

Tersangka Pembunuhan Masiswai UIN / RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Pencarian pelaku pembunuh dan perampokan terhadap korban bernama Fatmi Rohanayanti (20) yang merupakan mahasiswi Universitas Negeri Islam (UIN) akhirnya terjawab.

Setelah Tim gabungan Unit Pidum Satreskrim Polres Muara Enim dan Unit Reskrim Polsek Gunung Megang berhasil membekuk pelaku Upuzan alias Sirun (33), warga Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Muara Enim.

Pelaku sendiri merupakan residivis kasus pembunuhan disertai perampasan dan pemerkosaan pada tahun 2007 yang lalu,  dan di hukum selama 20 tahun  di Lapas Nusakambangan.

Pelaku ditangkap petugas di persembunyiannya di kawasan Desa Suban Baru,  Jumat (1/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam penangkapan itu petugas terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas pada kedua kakinya karena mencoba melawan petugas. Pelaku belum begitu lama pulang ke desanya setelah bebas menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan,

Meski menjalani hukuman cukup lama, tetapi pelaku belum juga bertaubat. Dia kembali mengulangi perbuatannya melakukan perampokan disertai pemerkosaan dan pembunuhan kepada korban.

Tim berhasil membekuk pelaku bermodalkan dari keterangan saksi bernama Amya (21), warga Dusun 5, Desa Menanti, Kecamatan Kelekar Muara Enim. Saksi sempat melihat pelaku sendirian mengendarai sepeda motor honda beat warna hijau  putih BG 3745 KAE diduga milik korban pada hari kejadian Kamis (31/2) sekitar pukul 10.00 WIB melintas di depan rumahnya.

Bermodalkan keterangan saksi tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan hingga  akhirnya berhasil membekuk pelaku. Tim gabungan mengamankan pelaku ke Polsek Gelumbang dan melakukan pemeriksaan intensif, hingga akhirnya pelaku mengakui semua perbuatannya.

Kepada petugas pelaku mengaku, mencegat sepeda motor yang dikendarai korban saat pulang dari mengantar orang tuanya ke kebun. Kemudian pelaku berupaya mengambel sepeda motor yang dikendarai korban.

Namun korban berupaya mempertahankan sepeda motornya dengan cara melakukan perlawanan terhadap pelaku. Sehingga pelaku melakukan penganiayaan kepada korban dengan cara memukul  muka korban menggunakan tangannya sebanyak 2 kali. dan menyeretnya ke dalam semak semak tak jauh dari jalan yang dilalui korban.

Ketika di semak belukar tersebut, korban masih berupaya melakukan perlawanan. Pelaku terus menganiaya korban hingga pingsan. Kemudian pelaku membekap mulut korban menggunakan jilbab yang dipakai korban. Selanjutnya mengikat tangan korban menggunakan baju yang dikenakan korban.

Kemudian pelaku membuka seluruh pakaian korban hingga tidak berbusana lagi. Pada saat korban dalam kondisi pingsan, mulutnya dibekap dengan jilbab dan tangannya diikat menggunakan baju, pelaku memuaskan nafsu setannya dengan memperkosa korban.

Aku memperkosa korban 2 kali, pada saat dia masih hidup dan dia setelah meninggal,” jelas pelaku tanpa merasa berdosa.

Usai melakukan pemerkosaan, kondisi korban masih hidup. Lantas pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara membalik tubuhnya dengan posisi terlungkup. Kemudian menekan bagian kepala korban dengan posisi hidung  dan mulutnya mencium tanah hingga tidak bernafas lagi.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa lagi, pelaku meninggalkannya begitu saja dengan membawa kabur sepeda motor korban. Sepeda motor tersebut sempat disembunyikan pelaku.

Rencanyanya sepeda motor tersebut hendak dimiliki pelaku.  Pelaku juga mengaku, rencananya hendak mengubur mayat korban  untuk menghilangkan jejaknya. Namun sudah tidak sempat lagi karena takut keburu ketahuan oleh orang.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, ketika dikonfirmasi, Sabtu (2/2), mengaku lega karena pelaku pembunuhan tergolong sadis tersebut telah berhasil dibekuk.

Selain mengamankan pelaku, sejumlah barang bukti juga berhasil kita amankan,” jelasnya. Barang bukti yang diamankan satu sendal jepit, pakaian korban yang ditemukan di lokasi kejadian, pakaian dalam milik korban, satu unit sepeda motor hinda beat BG 3745 KAE milik korban dan satu unit sepeda motor tanpa nomor polisi milik tersangka.

Tersangka melakukan perampokan disertai pembunuhan dan pemerkosaan kepada korban sendirian. Tersangka merupakan residivis baru saja keluar dari Lapas Nusakambangan, terlibat kasus pembunuhan disertai tindak kekerasan dan pemerkosaan pada tahun 2007 lalu dihukum selama 20 tahun penjara,” jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, tersangka dijerat pasal berlapis. Tersangka dijerat pasal 365 KUHP dan pasal 285 KUPH terkait pemerkosaannya. Namun pemeriksaannya masih dilakukan pendalaman, apakah perbuatan yang dilakukan tersangka ada unsur perencanaan atau tidak,” jelasnya. [irm]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

MINGGU, 14 JULI 2019 , 16:32:00

Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00