Stakeholder Diminta Sumbang Pendapat RUU Permusikan

Politik  SELASA, 29 JANUARI 2019 , 08:20:00 WIB

Stakeholder Diminta Sumbang Pendapat RUU Permusikan
RMOLSumsel. Langkah Ketua DPR Bambang Soesatyo yang merespon dengan cepat aspirasi publik dalam pembuatan UU, utamanya RUU Permusikan diapresiasi politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait.

"Namun respon cepat pembuatan UU tidak hanya mengejar kuantitas tetapi harus dibarengi dengan kualitas," kata Maruarar usai menghadiri pertemuan antara Ketua DPR dengan para seniman dan musisi ternama Tanah Air yang tergabung dalam Kami Musik Indonesia (KAMI) yang diketuai Glen Fredly dan sejumlah anggota KAMI yakni Grace Simon, Andien, Yuni Shara, Tompi dan lain-lain. 

Sedangkan Bambang didampingi anggota Komisi X dari FPAN, Anang Hermansyah, Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa dan anggota Komisi III DPR dari Nasdem Sahroni.

Pertemuan itu membahas RUU Permusikan yang sudah masuk dalam Prolegnas 2019.

Terkait dengan percepatan pembahasan RUU tersebut, Ara menyarankan perlunya konsolidasi dan koordinasi di antara para seniman supaya bisa merumuskan apa yang mereka inginkan dimasukkan dalam RUU.

Dalam pertemuan berikutnya, dia memberi solusi perlunya pembahasan RUU Permusikan ini dilakukan bersama lintas sektoral.

Dari pihak pemerintah harus dihadirkan pengambil kebijakan di Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Keuangan, kepolisian, dan stakeholder lainnya. Sementara dari legislatif harus melibatkan Komisi III, Komisi X, Komisi XI.

"Para stakeholder lintas sektoral baik eksekutif dan legislatif harus dihadirkan bersama-sama dengan seniman. Tentu saya harapkan para seniman konsolidasi dengan baik," ujar Ara.

Menurutnya lagi, ada konsen kinerja dari pembuatan UU yang dikritisi oleh publik. Percepatan pembahasan RUU Permusikan ini juga sebagai salah satu jawabannya.

"Sebagaimana disampaikan Pak Bambang, langkah-langkah berikutnya itu akan berjalan dengan sangat cepat," ujarnya.

Pertama menurut Ara adalah konsolidasi di antara pata seniman supaya bisa merumuskan apa yang mereka mau. "Jadi baik dari berbagai macam komunitas, supaya ada satu kesatuan dan jangan terpecah-pecah soal aspirasi dan bagaimana melihat RUU Permusikan ini," ucapnya.

Kedua, lanjutnya, ada pertimbangan-pertimbangan bagaimana hak cipta dan kehidupan seniman dan kepentingan negara juga harus dilindungi.

"Pak Jokowi ingin sekali membangun industri kreatif, di sinilah jawabannya. Bagaimana bisa kreatifitas anak bangsa diberikan tempat secara legal dan juga punya infact sebagai penerimaan negara," ujar caleg DPR RI 2019 dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur itu.

Menurutnya, dari berbagai aspek, kepentingan seniman harus dijaga ekosistem, hak cipta, kenyamanan dan kemudian indutrinya serta penerimaaan negara yang sangat komprehensif.

Ia yakin Bamsoet sebagai ketua DPR, yang didukung penuh oleh anggota dewan bisa bekerja dengan semangat untuk mengakomodir kepentingan seniman.

"Ini kesempatan yang baik buat para seniman agar mampu membuat gebrakan enam bulan ke depan sebelum periode DPR ini usai, RUU itu sudah disahkan. Tapi selesainya harus berkualitas. Jangan hanya bermanafaat bagi seniman tapi juga bagi rakyat," katanya.

Dalam dialog awal Glenn Fredly membeberkan bagaimana pentingnya RUU Permusikan segera dibahas dan disahkan.

"Karena ini kepentingan bersama. Jadi baik wartawan musik, musisi, produser, hingga promotor harus tahu soal keberadaan RUU ini," jelas Glenn dalam rapat.

Glenn berharap nantinya UU tersebut bisa melindungi para pelaku musik Indonesia.

"Kami menaruh harapan dalam konteks musik sebagai industri, sehingga ada konteks kemanfaatan, perlindungan, dan pengelolaan," imbuh Glenn, diberitakan RMOLNetwork.[sri]



Komentar Pembaca
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00