Penghasilan Kurang..Gabung Dusdusan.Com Solusinya

Ekonomi  JUM'AT, 25 JANUARI 2019 , 14:16:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Penghasilan Kurang..Gabung Dusdusan.Com Solusinya
RMOLSumsel. CEO Dusdusan Dotcom Indonesia (Dusdusan.com) Christian Kustedi mengatakan, bisnis online dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyiasati kekurangan dana rumah tangga. Untuk itu PT Dusdusan.com, yang merupakan reseller platform terbesar, menawarkan solusi.

Dusdusan.com memiliki lebih dari 80 ribu reseller aktif dan 6warehouse yang tersebar di Indonesia (Bekasi, Semarang, Makassar, Bandung, Sidoarjo, dan Medan).

"Meningkatnya laju inflasi setiap tahun membuat harga kebutuhan pokok merangkak naik," katanya di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Laju ini  inflasi tidak berbanding lurus dengan kenaikan upah setiap tahunnya.

Untuk menyiasati pengeluaran wajib setiap bulan, banyak karyawan yang memilih memulai bisnis kecil-kecilan untuk menambah passive income mereka, salah satunya berjualan via online.

Karena itu, perlu strategi agar bisnis ini dapat berjalan dengan baik.

"Pertama yang harus dilakukan adalah menentukan motivasi berbisnis. Sebab, modal materiil saja tidak cukup jika tidak memiliki motivasi yang kuat untuk berbisnis," kata Christia

Menurut dia, modal materiil memang penting. Namun, motivasi dalam menjalankan bisnis itu diperlukan karena hal itu yang dapat membangkitkan kita saat kondisi terpuruk.

"Siapa saja bebas menentukan motivasi masing masing. Misal, untuk biaya sekolah anak, membantu perekonomian keluarga dan sebagainya,” kata Christian.

Yang kedua, membuat bisnis yang bermanfaat bagi orang lain.

Bila bisnis kita bisa bermanfaat bagi orang lain, Nantinya juga bisa berdampak baik bagi diri kita sebagai efek domino.

"Ada kepuasan tersendiri jika yang kita lakukan ternyata dapat mengubah hidup orang lain secara lebih baik,” tambahnya.

Tips ketiga, terus belajar dan upgradekemampuan bisnis. Di era globalisasi ini arus informasi bergerak cepat. Peluang-peluang baru terus bermunculan.

Jika tidak ada kemauan untuk belajar beradaptasi dan tidak peka terhadap perubahan sangat memungkinkan akan tertinggal dari orang lain.

Menurut dia, di era digital saat ini banyak sekali peluang bisnis bermunculan. Mengembangkan bisnis melalui media sosial sudah menjadi hal yang biasa.

Namun, untuk dapat mencapai target yang diinginkan, kita harus belajar bagaimana memanfaatkan media sosial secara tepat.

Riset Nielsen Connected Commerce pada 2018 menyebutkan, pembelian grosir online global meningkat hingga 15% dalam 2 tahun terakhir. Nielsen mencatat adanya pertumbuhan 1% pada kategorisasi Household care yang sebelumnya tercatat 27% pada 2017 meningkat menjadi 28% pada 2018. [ida]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

KSAD Brasil Kunjungi  TNI Indonesia

KSAD Brasil Kunjungi TNI Indonesia

SABTU, 27 JULI 2019 , 11:57:00