Dokter Rynna: Gak Enak jadi Saya

Sosial  SENIN, 21 JANUARI 2019 , 21:14:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Dokter Rynna: Gak Enak jadi Saya

Dr Rynaa Dyana/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Banyak yang bilang bahwa Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, dr Rynna Dyana, adalah sosok pemimpin yang cerewet, keras, tegas, reaktif dan responsif. Bagi orang yang sudah kenal dan tahu, tak dipungkiri, itu benar.

Meski begitu, patut diakui, di bawah kepemimpinannya sejak beberapa tahun belakangan, banyak perubahan yang terjadi di rumah sakit plat merah itu. Baik dari segi pelayanan hingga kebersihan.


Nah, poin reaktif dan responsif dalam diri sosok dokter berkerudung itu, menjadi catatan tersendiri bagi kalangan pewarta di Bumi Sebimbing Sekundang.


Sebab, bukan satu dua wartawan saja yang pernah "kena semprot" oleh sikap responsifnya itu, saat mencounter hal berkaitan dengan pemberitaan yang ditulis.



Tak hanya itu, dr Rynna juga reaktif membalas komentar-komentar netizen yang dianggapnya menyudutkan rumah sakit.


Lalu mengapa dia bersikap begitu? Alasan yang dilontarkan dr Rynna dirasa cukup beralasan.


"Saya ingin menimbulkan rasa bangga di benak para pegawai RSUD yang bekerja disini," ujarnya.


Rynna menjelaskan, bahwa para bawahannya itu bekerja pada bidang pelayanan kesehatan masyarakat, yang tentu dilakukan siang dan malam.


Manusiawi memang, jika rasa lelah, capek, bahkan emosi dan lain sebagainya, akan datang silih berganti.


Celakanya, yang dihadapi mereka, pun adalah pengunjung yang butuh penanganan cepat, dengan berbagai macam watak dan karakternya.


Salah sedikit, akan datang cemoohan, makian dan balasan tak enak lainnya dari pengunjung rumah sakit.


"Makanya, saya ingin menjaga rasa bangga atas jerih payah mereka melayani masyarakat. Cukuplah saya yang membentengi mereka," jelas Rynna.


Di bawah "komando" Rynna, RSUD Ibnu Sutowo, sedikit banyak juga sukses mengubah image RSUD yang tak ramah.


Dalam hal ini, Rynna selalu memberi penekanan pada seluruh pegawainya, bahwa hidup ini harus bisa memberi manfaat pada orang lain.


"Siapa sih yang tak mau pulang cepat, digaji dan urus keluarga. Tapi mereka (PNS khususnya) harus sadar, bahwa sumber penghasilan mereka dari uang rakyat. Kami ini hanya keset, tapi masyarakat juga harus faham kondisi kami," selorohnya.


Oleh sebab itu, di internalnya sendiri, dirinya juga menerapkan aturan-aturan. Dimana aturan yang ada di dalam dan diluar itu pulalah, yang membuat dirinya seolah menjadi "tameng" dan benteng, dalam rangka menjaga nilai-nilai kebanggaan menjadi pegawai RSUD tadi.


Lanjut Rynna, bahwa menjadi Direktur RSUD Ibnu Sutowo ini, adalah amanah berat yang harus dijaga.


Kalau yang dikejar hanya soal uang dan jabatan, menurut dia, sampai kapanpun dua hal itu tentu tak akan cukup dan tak akan puas.


"Jadi, sebetulnya gak enak jadi saya. Di dalam harus menegakkan aturan. Dan diluar saya harus menjaga itu semua," tegasnya. [irm]



Komentar Pembaca
Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 20:09:14

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 22:30:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00