Mahendra: Jangan Dibawa ke Ranah Politik

Hukum  SABTU, 19 JANUARI 2019 , 13:33:00 WIB

Mahendra: Jangan Dibawa ke Ranah Politik
RMOLSumsel. Empat tahun sebelum akhirnya Ustaz Abu Bakar Ba'asyir (ABB) dibebaskan, Tim Pengacara Muslim (TPM) sudah mengajukan permohonan ke Presiden. Jadi proses yang dilalui telah begitu panjang.

Demikian dikemukakan Ketua Dewan Pembina TPM M Mahendradatta, yang menjelaskan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir melalui jalan panjang bukan instan.

TPM dalah pendamping Ustaz ABB sejak awal.

"Perjalanan menuntut bebas Abu Bakar Ba'asyir itu sudah sejak lama kami lakukan, dan kuasa hukum Ba'asyir. Ini kami urus sejak lama, sekitar 4 tahun yang lalu," kata Mahendradatta dalam jumpa pers di kantornya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (19/1).

TPM, kata Mahendra, telah lama mengirimkan surat pembebasan Ba'asyir kepada Presiden berdasarkan alasan yang bisa diterima menurut hukum.

Antara lain, faktor usia, ditambah Ustaz Ba'asyir merupakan tahanan tertua di Indonesia yang telah menyandang penyakit sehingga perlu dirawat di RS.

"Jadi (pembebasan) itu hal yang wajar berdasarkan UU Pemasyarakatan, bukan sesuatu yang luar biasa apalagi politik. Jangan ditarik ke wilayah politik. (Pembebasan) ini adalah sesuatu yang berdasarkan hukum, dasar hukumnya ada," jelas Mahendradatta.

Bahkan, sebelum Presiden Joko Widodo merespons pembebasan Ustaz Ba'asyir, tambah Mahendra, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah lebih dulu menyatakan dukungan agar Ba'asyir bebas.

"Bahkan membuat surat resmi atas nama Menhan ke Presiden RI," tutupnya. [ida]

Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00