Debat Pilpres 2019

Pakar Hukum: Kurang Greget, Copas Program Lama

Politik  JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 12:45:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Pakar Hukum: Kurang Greget, Copas Program Lama
RMOLSumsel. Pakar Hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA), Dr Firman Freaddy Busroh menilai debat Capres RI yang berlangsung Kamis (17/1) malam dengan tema Hukum, HAM dan Terorisme terkesan datar dan tanpa greget.

Menurut Firman gagasan kedua capres pada debat tadi malam tidak ada yang baru, melainkan hanya sekedar copy paste program lama tanpa ada pembaruan dalam upaya penegakan hukum.

"Dari semua pasangan calon presiden tidak ada yang baru malah hanya copas program lama. Belum terlihat pembaruan dalam peningkatan penegakan hukum yang efektif. Hanya seputar kenaikan gaji semata yang sebetulnya bukan itu titik sentral peningkatan kualitas penegakan hukum," ujar Firman Freaddy Busroh kepada RMOLSumsel, Jumat (18/1).

Firman mengatakan, masih banyak persoalan hukum yang harus diantisipasi kedepannya. Sistem ketatanegaraan juga perlu pembenahan karena saat ini masih banyak yang campur aduk, khusunya dalam kasus korupsi.

"Jalannnya debat semalam itu datar-datar saja, nggak ada gregetnya," katanya.

Dia menambahkan, upaya penegakan hukum yang ditawarkan kedua capres belum menyentuh akar masalah. Saat ini saja masih banyak kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.  

"Jadi perlu strategi baru untuk pemberantasan korupsi. Dari kacamata hukum, edukasi hukum sangat penting, nah ini juga luput dari perhatian, padahal yang penting peningkatan kualitas pengetahuan hukum penegak hukum, bukan gajinya," jelas Firman.

Duta Baca Sumsel ini mengusulkan, agar dalam upaya penegakan hukum pemerintah melibatkan perguruan tinggi hukum sebagai sarana edukasi.

"Untuk membantu peningkatan kualitas pengetahuan penegak hukum, paling tidak ada 3 strategi yaitu edukasi, preventif, represif," imbuhnya.

Menghadapi debat capres selanjutnya, Firman berharap kedua capres lebih mempersiapkan diri agar jalannya debat lebih berkualitas.

"Semoga debat berikutnya lebih berkualitas, jangan cuma retorika, tapi rencana program nyata 5 tahun kedepan. Karena rakyat ingin mendengar ini visible atau tidak," pungkasnya.[sri]



Komentar Pembaca
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Unicorn Bukan Yunikon

Unicorn Bukan Yunikon

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00