Hukuman Mati Pertama Kali Sepanjang Sejarah PN Baturaja

Kriminal  MINGGU, 13 JANUARI 2019 , 12:59:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

RMOLSumsel. Hukuman mati yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Baturaja kepada Rahmad Sumadji alias Medi yang membunuh istri mantan Manager PT Mitra Ogan, Hermin Widahyati, adalah vonis pertama dalam sejarahnya di Ogan Komering Ulu (OKU), sejak berdirinya PN tersebut hingga tanggal (10/1/2018) kemarin.

Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman 20 tahun penjara.

Banyak terdakwa yang melakukan pembunuhan secara berencana, namun belum pernah ada yang divonis mati.

Seperti contoh, PN Baturaja juga pernah memvonis hukuman seumur hidup kepada 3 pelaku pembunuhan sadis yang dikenal masyarakat "Mayat Bukit Balau".

Dimana saat itu masyarakat digegerkan dengan pembunuhan terhadap anak sekolah di bukit Balau yang bernama Regi warga Lubuk Batang yang ditemukan tewas dengan leher tergorok dan puluhan luka tusuk.

Namun selain vonis mati kepada Medi yang tega membunuh istri mantan Manager PT Mitra Ogan itu, PN Baturaja juga pernah memvonis bebas tersangka narkoba dengan terdakwa Ferial Mursalim, yang dituntut hukuman 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ferial dijerat dengan dua pasal yakni Pasal 114 dan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Lantas keputusan majelis hakim yang dipimpin Ketua PN Baturaja, Singgih Wahono SH dalam fakta persidangan waktu itu, memutus bebas terdakwa dengan pertimbangan barang bukti bukan milik Ferial.

Keputusan tersebut sempat menjadi polemik dimana saat itu PN Baturaja didatangi ratusan orang untuk menanyakan hasil putusan bebas tersangka narkoba.

Kuasa Hukum terdakwa Medi, Bambang Irawan saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin. Awalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan penjara 20 tahun.

"Nah saat itu kita mengajukan pledoi, sempat majelis hakim menunda sidang putusan, namun setelah putusan kami kaget Hakim memutuskan hukuman mati untuk klien kami," kata Bambang.

Bambang juga mengatakan jika dirinya masih menunggu pihak keluarga kliennya untuk mengajukan banding terhadap putusan hakim.

"Kalau klien kami hanya bisa tertunduk lesu dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun keluarganya sudah menelpon kita untuk menanyakan bagaimana mekanisme banding," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, terdakwa punya waktu7 hari untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang.

"Ya terdakwa punya waktu 7 hari untuk melakukan banding. Kita tunggu pihak keluarganya dulu, jika memang meminta banding kita akan langsung melakukan banding ke Palembang," pungkasnya. [sri]




Komentar Pembaca
Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah