Diksi Dajal Kontraproduktif

Politik  SABTU, 12 JANUARI 2019 , 22:57:00 WIB

Diksi Dajal Kontraproduktif
RMOLSumsel. Pernyataan-pernyataan calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin yang dianggap kontraproduktif tak ubahnya sebagai lava yang keluar dari gunung dan menciptakan gelombang tsunami.

Begitu pandangan analis politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) Bayu Santoso menyikapi diksi Dajal yang dipakai Kiai Ma'ruf untuk menyamakan pembuat dan penyebar informasi bohong (hoax).

"Lava tersebut disinyalir berasal dari gempa kepanikan yang menghantam kubu petahana. Statement Ma'ruf baru-baru ini di Depok pertanda puncak kegelisahan yang amat mendalam," ujarnya, Sabtu (12/1).

Bayu berpandangan, bila dicermati dari perspektif semiotika politik, ucapan adalah bukan cuma soal teks namun juga tanda di mana ada makna yang tidak teraba tapi terasa. Selain itu, jika dilihat dari sisi komunikasi pemasaran, sepertinya Kiai Ma'ruf tidak mengenal pasarnya sendiri.

"Dia menjual statement yang tidak dibutuhkan pasarnya sendiri alias dia tidak tahu produk apa yang akan dijual ke pasarnya," paparnya, diberitakan RMOLNetwork.  [sri]





Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00