Wow! Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Kian Meroket

Politik  SABTU, 12 JANUARI 2019 , 17:50:00 WIB

Wow! Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Kian Meroket
RMOLSumsel. Di tengah hingar-bingar hoax dan politisasi agama, elektabilitas Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) kian melejit. Bahkan 20 persen lebih mengungguli Pasangan Prabowo-Sandi.

Demikianlah hasil survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research terbaru, yang dipublikasi Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni.

Ia  mengatakan, gelombang politik identitas bernuansa agama terus dijadikan komoditas oleh elite-elite politik. Setelah memuncak pada Pilgub DKI Jakarta 2017, politisasi agama masih mewarnai wacana publik jelang pemilu serentak pada April mendatang.

Calon Presiden Prabowo Subianto misalnya, tampak menggunakan momentum Reuni 212 untuk mendulang dukungan suara. Di sisi lain, kubu capres Jokowi berbalik menggunakan senjata yang sama untuk mengadang serangan rivalnya.

Dimulai sejak terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai pasangan calon wakil presiden, hingga lontaran isu-isu yang menggugat religiusitas Prabowo dan Sandiaga Uno. Puncaknya, muncul desakan untuk menggelar uji baca Alquran bagi capres-cawapres.

Elektabilitas Jokowi - Ma’ruf mencapai 55,6 persen, terpaut lebih dari 20 persen dibanding Prabowo - Sandi yang hanya meraih 32,3 persen,” kata dia seperti diberitakan JPNN, Sabtu (12/1).

Sisanya sebanyak 12,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Dibandingkan hasil survei sebelumnya pada periode November 2018, elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah signifikan.

Sebelumnya elektabilitas Jokowi - Ma’ruf sebesar 54,6 persen, sedangkan Prabowo - Sandi 30,6 persen. Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen.

Vivin mengatakan, meski politisasi agama tidak efektif sebagai strategi politik, tetapi politisasi agama tidak akan menghilang begitu saja.

"Perdebatan tentang hubungan agama dan negara sudah setua umur Republik, sudah saatnya wacana tersebut dikelola dengan baik setelah dinamika pasca-reformasi silam,” pungkas Vivin.

Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. [ida]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00