Sejarah Memilukan, PN Baturaja Jatuhi Vonis Mati

Hukum  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 18:05:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Sejarah Memilukan, PN Baturaja Jatuhi Vonis Mati

Ilustrasi/Net

RMOLSumsel. Rahmat Sumaidi alias Medi terdakwa kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Hermin Widayanti istri mantan manajer PT Mitra Ogan, Darsono di Lorong Bersama Desa Air Paoh Kecamatan Baturaja Timur yang terjadi pada bulan April 2018 silam, dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Baturaja.

Ketua PN Baturaja, Dennie Arsan Fatrika SH MH melalui Humas PN Baturaja Dedi Irawan SH dihubungi via sambungan selulernya membenarkan Majelis Hakim PN Baturaja pada sidang kamis (10/1) kemarin telah menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Medi.

Dikatakan Dedi, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP terhadap korban Hermin Widayanti Binti Abdul Gani.

"Salah satu hal yang memberatkan terdakwa belum adanya perdamaian serta terdakwa melakukan pembunuhan terhadap korban secara sadis," ungkapnya.

Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa Penuntut Umum  yang menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman 20 tahun penjara,  atas pertimbangan alat bukti dan sebaginya Pengadilan negeri Baturaja menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa.  

Hukuman mati ini merupakan pertama sepanjang sejarah Pengadilan Negeri Baturaja.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Bambang irawan SH saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin. Awalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan penjara 20 tahun.

"Nah saat itu kita mengajukan pledoi, sempat majelis hakim menunda sidang putusan, namun setelah putusan kami kaget Hakim memutuskan hukuman mati untuk klien kami," kata Bambang.

Bambang juga mengatakan jika dirinya masih menunggu pihak keluarga kliennya untuk mengajukan banding terhadap putusan hakim.

"Kalau klien kami hanya bisa tertunduk lesu dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun keluarganya sudah menelpon kita untuk menanyakan bagaimana mekanisme banding," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan jika terdakwa punya waktu 7 hari untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang.

"Ya terdakwa punya waktu 7 hari untuk melakukan banding kita tunggu pihak keluarganya dulu, jika memang meminta banding kita akan langsung melakukan banding ke Palembang," pungkasnya.[rik]



Komentar Pembaca
Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Woow.. Ahok Salam 3 Jari

Woow.. Ahok Salam 3 Jari

KAMIS, 24 JANUARI 2019 , 11:16:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00