Resmikan KMA, Kiai Ma'ruf: NU Menawarkan...

Politik  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 16:16:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Resmikan KMA, Kiai Ma'ruf: NU Menawarkan...
RMOLSumsel. Setelah meresmikan Pokso Tim Kampanye Daerah (TKD) kemarin, di hari kedua kunjungannya ke Palembang Cawapres KH Ma'ruf Amin meresmikan Rumah Kiai Ma'ruf Amin (KMA). Peresmian Rumah KMA digelar di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat (11/1).

Kiai Ma'ruf berterimakasih kepada Rumah KMA baik di tingkat nasional maupun yang ada di daerah.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf menjelaskan kenapa dirinya bersedia menjadi calon wakil presiden. Menurutnya semua itu atas  desakan ulama dan tawaran dari Nahdlatul Ulama.

"Banyak yang bertanya kenapa Maruf Amin mau menjadi cawapres.  Padahal saya sudah menjadi Ketua NU. Saya didesak ulama untuk maju. NU tidak benar mengitimidasi, apalagi  mengancam. NU menawarkan,  kalau pak Jokowi memilih cawapres  dari NU.  Maka NU akan all out mendukung Jokowi. Saya bersyukur karena yang dipilih kiai jadi Cawapres,"  ujarnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf menyebutkan,  pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf merupakan perpaduan pemimpin nasionalis dan religius.

Sementara itu,  Koordinator Rumah Kiai Maruf Amin Pusat KH Ahmad Bagja mengatakan, persemian posko dan pelantikan pengurus Rumah KMA Provinsi sudah dilakukan di 20 provinsi.

"Targetnya akhir Februari terbentuk di seluruh Indonesia, " ucapnya.

Dia pun meminta Pengurus Rumah KMA melawan kabar hoaks,  yang cepat menyebar melalui dunia maya.

"Saya minta Pengurus Rumah KMA ini  melawan hoaks.  Aplikasinya sudah ada,  di masjid mana orang yang membikin hoaks kita tangkal.  Kita ingin menjaga Kiai,  dari hal yang tidak bermoral. Jokowi dan Maruf Amin adalah simbol umaro dan ulama," bebernya.

"Saya kira baru terjadi di Indonesia. Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin yang menunjukkan karakter negara bisa maju,  pertama kerja keras dan doa. Kita mendapat kepercayaan yang luar biasa.  Kita mendapat kepercayaan,  buktinya kiai Maruf Amin jadi Wakil Presiden," katanya.

Menurut Bagja,  tidak ada daerah yang tidak ada NU.  Momentum ini untuk menyatukan NU.

"Kita punya kekuatan,  itu yang menyatukan bangsa,  menegakkan bangsa.  Itu tidak boleh diinjak.  Kita harus menjaganya. Kita tidak hanya relawan, kita sedang menjaga bangsa dan keutuhan NKRI, " katanya. [ida]



Komentar Pembaca
'Lautan' Manusia di Pinggir Sungai Musi Saat Kampanye Prabowo
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00