Buka Pengobatan Ilegal di Palembang, 20 WNA Diciduk

Kriminal  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 14:24:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Buka Pengobatan Ilegal di Palembang, 20 WNA Diciduk
RMOLSumsel. Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menjaring sebanyak 20 Warga Negara Asing (WNA) yang diketahui membuka pengobatan therapy kesehatan secara ilegal. WNA tersebut diketahui datang ke Indonesia dengan paspor wisata.
Dari daftar tersebut diketahui 16 WNA yang terdiri asal Malaysia, Khairul Azhar, Kellie Tan, Fong Chee, Ng Min Mieng, Lio On, KiHo Cun, Lam Hoi Wing, Lee Yo Shen, Leo Yang, Chap Lai Kin, Diong Ying, M Eddi,Widad, Cheong ,Liew Jun dan Chap Lai.

Sedangkan 2 dari Republik Rakyat Cina (RRC) yakni Chan Wing Hong dan Lam Hoi Wing dan seorang lagi asal Hongkong yaitu Li On Ki dan satu kewarganegaraan Ho Chun. 

Penangkapan tersebut bermula dari petugas dari informasi tentang adanya pengobatan pijat therapy yang dilakukan oleh orang asing, yang dilakukan di salah satu Ballroom Novotel Palembang.

Sudirman Kepala Kantor Kementrian Hukum dan HAM Sumsel,Sudirman mengatakan,Imigrasi sebagai penjaga kedaulatan negara dalam lalulintas WNA yang masuk ke Indonesia pihaknya terus memonitor orang asing yang masuk ke Sumsel. 

Lalu, didapati adanya pengobatan therapy kesehatan yang dilakukan oleh orang asing sedang melakukan praktek di Ballroom Novotel. "Lalu kita melakukan pemeriksaan ternyata 20 WNA tersebut memiliki paspor wisata bukanya untuk bekerja jadi menyalahi izin tinggal," ujar Sudirman,Kamis (10/1).

Dikatakanya,setelah dilakukan pemeriksaan instensif diketahui mereka sudah berada di Palembang selama dua hari dan rencanya akan berada disini selama tiga hari. Dimana,pengobatan seperti ini telah mereka lakukan di Medan dan Bali dengan nama Cris Liong Metode (CLM). "Pengobatan mereka dengan metode therapy dan menyebarkan informasi lewat online.Untuk sekali pengobatan sebesar Rp 4,5 juta," terangnya.

Masih kata Sudirman, setidaknya ada ratusan orang yang menjadi pasien dalam pengobatan alternatif ini dan pihaknya akan berkordinasi dengan pihak Disnaker terkait izin prakter pengobatan mereka serta pihak hotel dalam hal ini Novotel. Dikarenakan, para WNA tidak berada didalam kamar melainkan dalam ballroom.

"Untuk pimpinanya yakni Cris Liong sedangkan yang  mengorganiser yakni Selvi. Kedepan kita akan cekal dan deportasi atau ditindaklanjuti prosjitusiol. Untuk dilimpahkan ke Mejaksaan agar disidangkan tergantung dari hasil pemeriksaan," tukasnya. [yip]


Komentar Pembaca
Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 16:14:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

Budaya14 Januari 2019 09:31

Debat Capres Mampu Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Politik15 Januari 2019 18:12

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Kriminal16 Januari 2019 19:18

Pasca Juara,  Pesanan Gerga Pagaralam Meningkat