Pengguna Jalan Lebih Nyaman Lewat Sudirman Sekarang

Ragam  RABU, 09 JANUARI 2019 , 23:35:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Pengguna Jalan Lebih Nyaman Lewat Sudirman Sekarang

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Penertiban yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang terhadap sejumlah kendaraan di kawasan Sudirman mendapat protes sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Pemilik, Pengguna dan Pemakai Ruko/Pelaku di kawasan tersebut.

Aksi pemblokiran jalan pun dilakukan, sebagai bentuk protes karena sampai saat ini tidak ada realisasi dari Dishub terkait permintaan dibebaskannya kembali parkir disepanjang jalan tersebut.

"Ini adalah inisiatif masyarakat untuk menyetop kendaraan yang lewat. Karena mereka (petugas Dishub) akan mengangkut motor-motor yang merupakan pelanggan dari pemilik toko," ungkap Ketua Persatuan Pemilik, Pengguna dan Pemakai Ruko/Pelaku di kawasan Sudirman, Syahril Aziz.

Meski ada yang menentang, tapi cukup banyak masyarakat terutama pengguna jalan yang justru mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait larangan parkir di kawasan jalan Jendral Sudirman Palembang tersebut.

Seperti yang disampaikan Ronal, saat dibincangi RMOL, salah satu pengguna jalan yang melintas di kawasan Sudirman. Karena, sejak ada larangan parkir, kondisi jalan tersebut jauh lebih lancar dan bersih.

"Kalo saya lebih suka jalan sekarang, karena lebih lancar," ungkapnya.

Meski begitu, pria yang kesehariannya melewati jalan Sudirman ini, berharap ada solusi yang diberikan pemerintah, seperti tempat parkir pengganti dan pelayanan lain untuk menunjang akses masyarakat yang ingin ke kawasan Sudirman.

"Kalo bisa tempat parkirnya jangan jauh, jadi pengunjung Sudirman tidak jauh berjalan," ulasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bayu, yang setuju dengan penerapan larangan parkir di kawasan Sudirman saat ini.

"Saya bingung yang demo itu siapa, karena saya yakin masyarakat lebih suka yang sekarang, lihat saja lebih rapi dan lancar," ujarnya.

Bayu yakin apa yang dilakukan Pemerintah dengan melarang parkir di kawasan tersebut, untuk kepentingan masyarakat banyak, bukan kepentingan sekelompok masyarakat.

"Setahu saya Pemerintah sudah menyiapkan solusi, seperti kantong parkir di eks Bioskop Cineplax, dan ada parkir Internasional Plaza (IP) Palembang. Jadi apa lagi yang kurang, jangan malas jalan sedikitlah," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan menerangkan, apa yang dilakukannya sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, terkait larangan parkir di badan jalan utama Nasional.

"Apa yang kami lakukan sesuai dengan aturan Undang-undang (UU) No. 22 Tahun 2009 Pasal 43 tenantang dilarang parkir di badan jalan utama, salah satunya adalah di kawasan Sudirman," ungkapnya.

Kurniawan juga mengatakan, sudah menyediakan beberapa solusi termasuk kantong parkir dan shutle bus gratis untuk mengantar pengunjung yang akan berbelanja ke kawasan Sudirman.

"Selesai Asian Games kami sudah siapkan beberapa fasilitas pendukung. Kantong parkir ada beberapa titik seperti eks Cineplax, parkir IP dan Masjid Agung. Tidak kurang, kami juga menyediakan shutle bus dua unit, yang akan melayani masyarakat dari kantor Walikota, Sudirman, sampai Lapangan Hatta dan terus memutar di kawasan tersebut. Tapi karena tidak ada yang menggunakan kita hentikan sementara," ulasnya.

Tidak hanya itu, Dishub bersama pemilik kantong parkir seperti eks Cineplex, menyediakan tarif khusus parkir bagi pemilik toko, yakni Rp2000 untuk seharian. Tetapi pemilik toko banyak yang tidak mau dengan alasan jauh.

"Apa yang kami lakukan sudah pasti ada solusi. Sekarang tinggal masyarakatnya mau atau tidak. Kami juga masih ada tolensi bagi mereka yang drop off di kawasan tersebut, untuk kendaraan pribadi diberikan waktu lima menit, dengan syarat hidupkan lampu sen serta harus ada sopir. Sedangkan, untuk yang bongkar muatan, kami kasih waktu 10-15 menit," ungkapnya. (rms)

Caption : Aksi pemblikoran jalan oleh masyarakatPersatuan Pemilik, Pengguna dan Pemakai Ruko/Pelaku di kawasan tersebut.[irm]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

MINGGU, 14 JULI 2019 , 16:32:00

Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00