Awal 2019

Polisi Bongkar Jaringan Penjahat Besar di Banyuasin

Oleh: Bubun Kurniadi

Kriminal  RABU, 09 JANUARI 2019 , 11:45:00 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Penjahat Besar di Banyuasin

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Dua orang pelaku sindikat terbesar pemalsu bibit buah kelapa sawit yang telah memasarkannya selama dua tahun di wilayah Provinsi Sumatera Selatan diringkus pihak Satreskrim Polres Banyuasin.

Kedua pelaku yang masuk dalam kasus tindak pidana khusus itu yaitu Dedi K (27) warga Desa Lalang Sumbawa Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Banyuasin dan Indali (43) warga Jalan Serasi, Keluarahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin diringkus pihak Satreskrim Polres Banyuasin setelah melakukan penyamaran sebagai pembeli.

Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem dalam ungkap kasus di Mapolres Banyuasin, Rabu (9/1) mengatakan, ditangkapnya kedua pelaku atas penyelidikan yang dilakukan pihaknya dan didapati kedua pelaku merupakan jaringan spesialis penjual bibit palsu yang telah merugikan masyarakat khususnya di Provinsi Sumatera Selatan.

"Mereka di tangkap di wilayah Kecamatan Sumbawa dengan cara under cover buy. Ini merupakan kejahatan tindak pidana khusus, spesial dan kejahatan ekonomi dan ini kejahatan besar, " kata Yudhi.

Dari tangan tersangka Dedi K (27) didapati bibit palsu di dalam kardus berjumlah 11 kotak yang satu kotaknya berisikan 200 biji bibit sawit palsu yang di ketahui di beli dari tangan tersangka Indali (43). Tersangka juga menjualnya secara langsung dan juga melalui media sosial atau secara online.

"Harga asli per biji bibit sawit mencapai Rp 8000 perbiji. Namun harga bibit palsu yang mereka beli per bijinya hanya 400 rupiah. Jadi keuntungan mereka satu kardus bibit palsu itu mencapai puluhan juta rupiah, " ungkap Kapolres.

Para pelaku spesialis ini, sudah memasarkan ke sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Selatan dan mereka juga akan dijerat hukuman dengan pasal yang berlapis tentang perlindungan konsumen.

"Barang buktinya telah kita amankan bibit palsu satu kardus ditaburi kulit kayu dengan 11 kotak benih unggul padahal palsu serta dua unit HP dan segel palsu merek salah satu produk bibit sawit," sambungnya

Kapolres berharap masyarakat harus cerdas dalam membeli bibit sawit dan berhati-hati. Karna ada pembedaannya bibit sawit yang asli dan palsu ketika dicelupkan di air.

"Yang asli kalau dicelupkan di air ada hologramnya seakan yang palsu tidak ada," tutupnya sambil menunjukkan contoh bibit asli dan palsu.[sri]






Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00