MEMBACA TREND GLOBALISASI

Karakter Khusus Nilai Universal Islam: Menebar Silaturrahim

OLEH: NASARUDDIN UMAR

OPINI  SELASA, 08 JANUARI 2019 , 11:59:00 WIB

Karakter Khusus Nilai Universal Islam: Menebar Silaturrahim
SILATURRAHMI jelas bukan hanya untuk sesama umat Islam tetapi lintas agama bahkan lintas primordial. Si­laturrahim dalam arti menja­lin tali kasih dengan siapap­un sesama makhluk Tuhan. Allah Swt mencontohkan berdialog dengan iblis dan memenuhi permintaan­nya untuk dipanjangkan hidupnya sepanjang hidup umat manusia (Q.S. Shad/38:75-85). Ke­tika Rabi’ah Adawiyah ditanya apakah engkau membenci Iblis? Ia menjawab: Cintaku sudah memenuhi semua ruang dalam tubuhku seh­ingga tidak ada lagi tempat untuk membenci kepada siapapun. Pengakuan Iblis di atas men­gaku bahwa semua orang akan takluk dihada­panku, "kecuali hamba-Mu yang mukhlashin" (Illa min 'ibadik al-mukhlashin).

Silaturrahim tidak dipilah dan dibedakan oleh atribut-atribut primordial manusia, seperti agama, ras, etnik, suku-bangsa, negara, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan lain sebagain­ya. Al-Qur’an menegaskan: "Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak cucu Adam" (Q.S. al- Isra’/17:70). Tuhan tidak menggunakan redaksi "Allah memuliakan orang-orang Islam" (wa laqad karramna al-muslimun). Ini artinya siapapun se­bagai anak cucu Adam wajib dihormati sebagai manusia. Al-Qur'an juga menggagas konsep "ukhuwah imaniyah", persaudaraan orang-orang yang berkeimanan. Al-Qur’an mengatakan: "Se­sungguhnya orang-orang mukmin adalah ber­saudara karena itu damaikanlah saudaramu" (Q.S. al-Hujurat/49:10). Tuhan tidak mengata­kan "sesungguhnya orang-orang Islam itu ber­saudara" (innamal muslimin ikhwah). Ini artinya pengakuan terhadap orang-orang yang beriman. Soal keimanannya itu benar atau salah adalah persoalan lain dan itu lebih merupakan urusan Allah Swt. Al-Qur'an menegaskan: "Sesungguh­nya yang paling mulia di antara kamu di sisi Al­lah ialah orang yang paling bertaqwa di anatara kamu" (Q.S. al-Hujurat/49:13).

Sehubungan dengan ini, menarik untuk di­hayati kedalaman dan keluasan wawasan tokoh-tokoh NU yang pernah menggagas sinergi tiga konsep ukhuwah yang hidup di dalam wadah NKRI, yaitu persaudaraan kemanusiaan (ukhu­wah basyariyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan keis­laman (ukhuwah islamiyah). Tidak boleh atas nama salahsatu konsep ukhuwah digunakan un­tuk merusak tatanan ukhuwah yang sudah ma­pan. Allah Swt dengan tegas mengatakan: Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan ber­laku adil terhadap orang-orang yang tiada mem­erangimu karena agama dan tidak (pula) men­gusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Ses­ungguhnya Allah hanya melarang kamu men­jadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadi­kan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (Q.S. al-Mumtahinah/60: 7-8). Nabi juga pernah menegaskan: "Barang siapa yang mendhalimi orang-orang yang men­jalin perjanjian damai (mu’ahhad) atau melece­hkan mereka, atau membebaninya sesuatu di luar kesanggupannya, atau mengambil hartanya tanpa persetujuannya, maka saya akan menjadi lawannya nanti di hari kemudian" (HR. Bukhari- Muslim).

Ada hadis shahih riwayat Bukhari dan Mus­lim menceritakan, Nabi memerintahkan untuk menshalat gaibkan sahabat Nabi, yaitu Raja Najasy ketika sampai kabar kematian kepadan­ya. Sahabat pun melakukan shalat gaib dengan empat kali takbir di masjid dan mendoakannya (HR Bukhari No. 3880-3881). Riwayat dari jalur Imam Muslim juga hampir sama redaksinya. [rmol]

Komentar Pembaca
Karen Amstrong, Confucius Raja Tanpa Mahkota
Ganesha

Ganesha

MINGGU, 23 JUNI 2019

Ieoh Ming Pei (1917-2019)

Ieoh Ming Pei (1917-2019)

KAMIS, 20 JUNI 2019

HUI CULTURE PARK

HUI CULTURE PARK

SELASA, 18 JUNI 2019

Bagaimana Menjadi Manusia

Bagaimana Menjadi Manusia

RABU, 12 JUNI 2019

Lebih Jauh Mengenal Syekh Yusuf

Lebih Jauh Mengenal Syekh Yusuf

SELASA, 11 JUNI 2019

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00