MENUJU PERADABAN

Harapan 2019

OLEH: JAYA SUPRANA

OPINI  MINGGU, 06 JANUARI 2019 , 07:45:00 WIB

Harapan 2019
ADA tahun 2019, bangsa Indonesia menyelenggarakan pemiliham umum terberat sepanjang sejarah Nusantara. Pemilihan legislatif diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan presiden oleh lebih dari 185 juta pemilih maka secara kuantitatif mau pun kualitatif penyelenggaraan pemilu menjadi luar biasa berat.
Suri Teladan

Syukur alhamdullilah, sejak orde Reformasi menghadirkan demokrasi kembali di Tanah Air Udara tercinta, terbukti bahwa pemilu telah terselenggara secara tertib, aman dan damai sehingga layak dinobatkan sebagai suri teladan pemilu di planet bumi masa kini. Insya Allah, bangsa Indonesia pada tahun 2019 kembali membuktikan diri mampu menunaikan Jihad al-Nafs mengesampingkan kepentingan diri sendiri masing-masing demi mengutamakan kepentingan bersama dengan mampu kembali bergotong-royong, bersatu-padu menyelenggarakan pilpres sekaligus pileg secara tertib, aman dan damai.

PBB

Pada tahun 2019, Persatuan Bangsa Bangsa juga harus mengemban tugas berat dalam menghadapai berbagai permasalahan yang sedang merundung umat manusia di planet bumi ini. Krisis kemanusiaan di Kamerun, Yaman, Sudan dan Kongo masih merajalela akibat angkara murka perebutan kekuasaan oleh mereka yang sama sekali tidak peduli nasib rakyat.
Perang saudara di Suriah sudah mulai mereda namun masih belum diketahui apalagi dijamin bagaimana sikap Donald Trump selanjutnya dalam menghadapi Suriah. Pelanggaran hak asasi manusia terutama yang dilakukan para penguasa terhadap rakyat yang tidak berdaya melakukan perlawanan masih mengangkara murka di berbagai pelosok dunia, termasuk Indonesia, dengan berbagai dalih mulai dari kerakusan atas harta benda, sumber enerji sampai kekuasaan.
Harapan

Rakyat Inggeris harap-harap cemas menyaksikan para politisi elit masih sibuk bertarung sebelum harus mengambil keputusan yes-or-no terhadap Brexit  pada bulan Maret 2019. Dunia masih harap harap cemas atas upaya Korut dan Korsel menjalin perdamaian demi kembali mempersatukan bangsa, negara dan rakyat Korea yang dipecah belah oleh kaum neo imperialis sejak pertengahan abad XX.

Harap-harap cemas juga masih merundung Yaman setelah medio Desember 2018 terjalin kesepakatan genjatan senjata setelah sejak 2014 berperang saudara yang menewaskan sekitar sepuluh ribu warga serta menyeret 20 juta warga ke krisis kelaparan. Sementara pada tahun 2019 pada saat nyaris bersamaan dengan rakyat Indonesia, kebetulan rakyat India, Afghanistan, Afrika Selatan, Argentina juga menyelenggarakan pemilihan umum untuk memilih para pemimpin negara masing-masing memiliki kendala serta permasalahan saling beda satu dengan lain-lainnya.

Insya Allah, segenap kendala dan permasalahan yang dihadapi umat manusia pada tahun 2019 dapat ditanggulangi secara tertib, aman dan damai.[rmol]

Penulis pembelajar geopolitik planet bumi masa kini.

Komentar Pembaca
Ilya Yefimovich Repin

Ilya Yefimovich Repin

RABU, 14 AGUSTUS 2019

In Memoriam P Swantoro; Selamat Jalan Guru Besar Wartawan Indonesia,
Kelirumologi Debat Capres

Kelirumologi Debat Capres

MINGGU, 11 AGUSTUS 2019

Menyongsong Kebebasan di Saudi Arabia

Menyongsong Kebebasan di Saudi Arabia

SABTU, 10 AGUSTUS 2019

Sumber Utama Kehidupan

Sumber Utama Kehidupan

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019

Kemesraan Panda dan Beruang

Kemesraan Panda dan Beruang

MINGGU, 04 AGUSTUS 2019

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00