Awas...ATM Anda tengah Diincar Penjahat Cyber

On The Spot  MINGGU, 06 JANUARI 2019 , 07:18:00 WIB

Awas...ATM Anda tengah Diincar Penjahat Cyber
RMOLSumsel.  Ini peringatan bagi semua orang! Di tahun 2019 serangan cyber (siber) akan semakin gencar, kian canggih, dan banyak ragamnya. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk senantiasa waspada.

Sebab pola dan teknik yang digunakan peretas untuk merusak atau mencuri data informasi juga semakin beragam, DDoS tetap menjadi ancaman paling serius. Dengan demikian, kemungkinan kerugian dari serangan siber pada tahun 2019 juga menjadi lebih besar.

Chairman Communication Information and System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha memperkirakan ada beberapa serangan siber yang akan terjadi pada tahun 2019.

"2019 diperkirakan intensitas penyerangan terhadap sistem keamanan biometrik akan terus meningkat. Hal ini dikarenakan semakin populernya penggunaan otentikasi biometrik. Otentikasi ini diklaim menawarkan tingkat keamanan yang kuat. Namun, pada kenyataannya justru memiliki kerentanan yang cukup berbahaya," jelas chairman lembaga keamana riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini.

Menurutnya peluang inilah yang dimanfaatkan penjahat siber untuk mencuri informasi sensitif. Mereka tidak hanya mengambil keuntungan dari kelemahan otentikasi biometrik yang ditemukan, tetapi juga dari pengumpulan dan penyimpanan data.

"Kebocoran data biometrik juga dapat berbahaya bagi kedaulatan bangsa. Misal data biometrik e-KTP. Apabila data biometrik e-KTP bocor, data tersebut dapat dimanfaatkan pihak asing atau pihak tidak bertanggung jawab unyuk mengindentifikasi pribadi berdasarkan data biometrik yang didapatkan," terangnya seperti diberitakan Kantor Berita Politik

Selanjutnya Pratama juga menyoroti terkait pembukaan application
programming interface (API) secara luas yang dilakukan oleh perusahaan dan perbankan.

Pembukaan API secara luas bisa mengakibatkan terbukanya informasi sensitif perusahaan. Selain itu, penjahat siber dapat memanfaatkan kerentanan API untuk mencuri data dan informasi pengenal pribadi. Masalah ini dapat menurunkan reputasi dan anjloknya finansial perusahaan. [ida]



Komentar Pembaca
Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00

Romi Dikawal di Bandara

Romi Dikawal di Bandara

JUM'AT, 15 MARET 2019 , 18:30:00