Proyek Infrastruktur Di Palembang Tidak Terganggu

Sosial  JUM'AT, 04 JANUARI 2019 , 22:09:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Proyek Infrastruktur Di Palembang Tidak Terganggu

ilustrasi/net

RMOLSumsel. Akibat belum di bayarnya kewajiban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, (PKB-BNKB) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dari tahun 2017 hingga 2018, membuat beberapa rekanan gigit jari akibat belum cairnya pembayaran sejumlah proyek.

Bahkan, berkas yang sudah di proses di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, akan dikembalikan ke dinas masing-masing.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Palembang, Ahmad Bastari mengaku, sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki banyak proyek pembangunan fisik oleh pihak ketiga, menyerahkan sepenuhnya ke BPKAD.

"Kami tidak dapat berbicara, karena bukan tupoksi kami untuk bicara. Tapi kamu yakin ini akan segera diselesaikan BPKAD," ungkapnya kepada RMOL Sumsel, Jumat (4/1/19).

Bastari menerangkan, pihaknya menunggu mekanisme seperti apa yang akan diberikan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) termasuk dewan, terkait persoalan tersebut.

"Yang jelas ini ini tidak akan mengganggu proses pembangunan kedepan, khususnya pembangunan fisik yang akan dilakukan pihak ketiga atau rekanan," ulasnya.

Kedepan, Bastari memastikan proyek-proyek fisik, terutama pembangunan infrastruktur oleh pihak ketiga tetap berjalan. Karena, PU tidak dapat mengukur perusahaan kontraktor yang akan mengikuti lelang.

"Persoalan inu hanya prediksi yang bergeser. Tapi untuk proyek-proyek pembangunan tetap berjalan," tuturnya

Tahun ini, sambungnya, proyek pembangunan fisik memiliki jumlah lebh sedikit dari tahun kemarin  Dimana, tahun ini akan lebih banyak mengerjakan jalan-jalan penghubung.

"Jadi kami tidak lagi menangani jalan kecil, jadi lebih fokus ke jalan kota sebagai penghubung," ujarnya.

Saat ini ada 1.214 ruas jalan kewenagan kota plus jalan kolektor yang menhubungkan pusat kota ke pusat pemukiman, penghubung kelurahan dan kecamatan serta jalan-jalan yang menghubungkan jalan nasional.

"Jadi kami fokus ke jelan kolektor, atau jalan kendaraan bermotor roda empat," tandasnya. [yip]



Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00