Hukuman Mati Menanti Ketiga Orang Ini

Daerah  JUM'AT, 04 JANUARI 2019 , 11:47:00 WIB | LAPORAN: DELTA HANDOKO

Hukuman Mati Menanti Ketiga Orang Ini

rmolsumsel

RMOLsumsel. Ketiga tersangka (tsk) pembunuhan terhadap Korban Poinah (39) beserta anaknya Selfia (13) diancam hukuman sesuai Pasal 340 KUHP,  yakni hukuman mati atau seumur hidup.

Hal ini ditegaskan Kapolres Kota Pagaralam AKBP Trisaksono Puspo Aji SIk dalam press realese bersama awak media di Mapolres Pagaralam kemarin.

Ketiga tsk tersebut yakni Riko Apriadi (20),  warga Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang. Kemudian M Jefri Ilto Saputra (17), warga Palembang;   serta Tika Herli (35), warga Perumnas Nendagung,  Kecamatan Pagaralam Selatan,  yang merupakan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan.

Pasalnya, Kata Kapolres, aksi kejahatan yang dilakukan oleh tsk sudah terencana jauh hari sebelum kejadian yang menewaskan ibu dan anak tersebut. Bahkan berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan yang dikakukan oleh dua orang atas nama Jefri dan Riko ini merupakan suruhan dari tsk yang bernama Tika Heri dengan bayaran Rp 5 juta

Para pelaku ini sudah merencanakan aksinya untuk menghilangkan nyawa korban, dengan menggunakan tangan kosong dan kayu untuk memukul korban," jelasnya

Lanjutnya, korban yang sudah meninggal oleh para pelaku lalu kemudian mereka bawa ke arah Jembatan Endikat. Keduanya dilempar dari atas jembatan tersebut,  dan baru diketemukan oleh warga Lahat beberapa hari kemudian.

Kapolres mengatakan, beberapa alat bukti sudah berhasil  diamankan dari tangan tsk seperti satu unit Mobil, Handphone, Tas,  dan Bukti transaksi keuangan.

"Berdasarkan pengembangan,  ketiga TSK berhasil ditangkap di salah satu penampungan di daerah Serengseng Jakarta Barat. Karena ketiganya juga merupakan calo  TKI," tukasnya


Untuk morif pembunuhan sendiri Kapolres  mengatakan, dilatarbelakangi utang, di mana sebelumnya korban Poniah yang tak mengerti teknologi terkena bujuk rayu pelaku untuk meminjam kartu ATM miliknya.

Uang tabungan korban sebanyak Rp 45 juta dikuras oleh Tika dengan dipindahkan ke rekening miliknya.

Ulah Tika itupun akhirnya diketahui korban hingga Poniah meminta agar uangnya dikembalikan.

" Uang korban dipakai pelaku untuk keseharian pelaku," kata Tri Saksono

Setelah uang dihabiskan, Tika tak dapat mengembalikan tabungan miik korban itu. Lantaran terdesak dan marah sering ditagih, iapun langsung merencanakan aksi pembunuhan terhadap Poniah.

Tika lalu menghubungi dua pelaku Jefri dan Riko untuk menjemput Poniah dan anaknya di kediaman korban di Kota Pagaralam.  Kedua korban langsung dibawa ke kawasan Sungai Lematang Kabupaten Lahat.

Di sana kedua korban langsung dihabisi oleh kedua pelaku dengan menggunakan kayu balok. Selfia yang saat itu ketakutan melihat ibunya dibunuh sempat berupaya melarikan diri. Namun, bocah malang itu malah tertangkap oleh pelaku dan ikut dibunuh.

"Kami mendapatkan laporan dari Polres Lahat ada penemuan dua jenazah di aliran Sungai Lematang, ternyata warga Pagaralam. Dari sana langsung dilakukan penyelidikan dan menangkap tiga pelaku," ujar Kapolres.


Sementara TSK atas nama Tika saat dimintai keterangan memberikan keterangan yang berbeda. Bahwa yang utang tersebut adalah korban yakni Poniah memiliki utang sebesar 85 Juta dan menyisahkan 56 juta lagi kepada Tika

Tika tidak terima karena saat ditagih ternyata uang yang dipinjamkan kepada korban ternyata diputarkan untuk bisnis.

"Dengan itulah saya ajak teman-teman yang juga masih ada hubungan keluarga untuk menghabisi nyawa korban,"tuturnya. [ida]





Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00