Inilah Imbauan Kasatgas Nusantara untuk Media

Sosial  JUM'AT, 28 DESEMBER 2018 , 09:57:00 WIB

Inilah Imbauan Kasatgas Nusantara untuk Media
RMOLSumsel. Kasatgas Nusantara Polri Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono mengatakan, dalam perkembangan informasi terutama menjelang Pemilu Serentak 2019 isu politisasi Suku, Agama, Ras, dan antar-Golongan sangat sensitif. Karena itu perlu diwaspadai.

Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono mengemukakan hal tersebut dalam Diskusi Publik dengan tema "Evaluasi Akhir Tahun, Pemilu di Tengah Menguatnya Politik Identitas, Rakyat Untung apa Buntung? oleh Forum Nasional Jurnalis Indonesia (FNJI) di Jakarta kemarin.

Menurut Asrena Kapolri ini, Pemilu di depan mata memiliki potensi kerawanan. Karena ada persaingan dalam internal partai antara caleg dan antar parpol.

"Para caleg mencari suaranya sebanyak mungkin boleh saja asal jangan menggunakan informasi hoax, politik identitas, politik uang dan cara-cara yang keluar dari koridor," sebut Gatot seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/12).

Dia menambahkan, analisa kerawanan Pemilu tahun depan dimana Pileg dan Pilpres diselenggarakan serentak dengan parliamentary threshold 4 persen, maka parpol akan bersaing keras merebut suara.

"Politik identitas, politisasi SARA, informasi hoax, ujaran kebencian dengan pemanfaatan isu-isu yang dapat memecah belah, black campaign digunakan dengan sangat masif di tahun politik ini maka untuk menangani semua itu dibentuklah Satgas Nusantara Polri sebagai cooling system di tengah masyarakat," tutur Gatot.

Selain itu, ujar Gatot, Indonesia memiliki 715 suku bangsa dimana 117 juta penduduk Indonesia memakai alat HP digital dan menggunakan internet, maka potensi penyebaran informasi hoax sangat besar terjadi tanpa filter terutama di media sosial.

"Media sebagai pilar keempat demokrasi, memiliki tanggung jawab yang sama bersama TNI dan Polri menciptakan cooling system karena kita mempunyai visi yang sama untuk menjaga NKRI jangan sampai terpecah-belah. Indonesia adalah rumah keberagaman yang unik di dunia, media jangan menjadi kompor," demikian Gatot.

Selain Kasatgas Nusantara Polri Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono, pembicara lain dalam diskusi itu akademisi Dr. Agus Hari Hadi, dan pengamat media sekaligus praktisi digital Ali Sodikin. [ida]

Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00