Palembang Tumbuh Diatas Rata-Rata Nasional

Kurang Dilirik Media Nasional

PEMKOT PALEMBANG  KAMIS, 27 DESEMBER 2018 , 12:14:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Palembang Tumbuh Diatas Rata-Rata Nasional

NET

RMOLSumsel. Mungkin program safari Subuh berjamaah yang digalakkan Walikota Palembang Harnojoyo kurang begitu mendapat perhatian nasional.

Bahkan, jika dibandingkan dengan Walikota Surabaya dan mantan Walikota Bandung Riduan Kamil, nama politisi Partai Demokrat tersebut kalah populer dengan programnya yang telah membawa perubahan besar bagi Kota Palembang.

Hal itu dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palembang yang terus mengalami peningkatan. Dimana, berdasarkan data dari Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapemlitbang) Kota Palembang, IPM Tahun 2017 meningkat menjadi 77.22% di tahun 2018.

Bahkan, berdasarkan penelitian, dari program gotong royong dan subuh berjamaah, menunjukkan bahwa strategi dan implementasi program dari visi Palembang EMAS (Elok Madani Aman dan Sejahtera) 2018 berhasil.

Karena, akselerasi pertumbuhan ekonomi Kota Palembang melesat akibat konsistensi implementasi dari Visi yang dicanangkan Pemkot Palembang dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Dan Harnojoyo pun menjadi salah satu Walilota penerima Penghargaan Pembangunan Daerah nasional 2017, yang dilaksanakan pada bulan April 2018 lalu dan Palembang menjadi Kota terbaik kedua pada perencanaan dan pencapaian terbaik.

"Artinya, melalui program subuh berjamaah dan gotong royong diyakini telah mampu tuntaskan permasalahan dinamika kebutuhan masyarakat dalam pembangunan yg sedang berjalan," ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi.

Tidak hanya itu, di bulan November, kurang dari sepekan, dua penghargaan berhasil diraih Harnojoyo. Pertama, pada hari Senin 26 November 2018, Walikota menerima langsung penghargaan dari Menteri PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi),  karena sukses menjadikan pelayanan publik Kota Palembang, sebagai pelayanan publik terbaik.

Dan pada 28 November 2018, mantan pedagang ayam tersebut, kembali menerima penghargaan, yang dimana perngharaag diberikan lembaga media riset katadata.com yang bekerjasama dengan beberapa lembaga independent.

Dimana, Katadata didukung lembaga Jari Ungu dan sejumlah ahli ekonomi indepenen sebelumnya telah menyusun beberapa kategori Indeks Kelola yang merupakan Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD, dan Palembang sukses meraih penghargaan Indeks Kelola Kinerja dalam Pengelolaan APBD 2018 Kategori Pembangunan Bidang Kesejahteraan.

Harrey menerangkan, penghargaan Indeks Kelola merupakan penilaian yang bertujuan untuk mendorong penggunaan APBD yang sejalan dengan agenda bangsa dan negara, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi.

Indeks Kelola juga untuk mendorong kompetisi para pemimpin daerah dalam mewujudkan pengelolaan APBD yang efektif sekaligus untuk memberi apresiasi pemimpin daerah yang sukses mengelola APBD-nya. Diharapkan kegiatan ini akan memacu pemerintah daerah meningkatkan efektivitas dan optimalisasi dalam menggunakan APBD.

Tidak puas dengan torehan prestasi yang didapat, Palembang kembali mempersembahkan sebuah penghargaan untuk masyarakat Palembang.

Dimana, ayah tiga anak ini kembali menerima langsung penghargaan Piala Natamukti 2018 dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dan ICSB Indonesia di Graha Widya Bhakti, Gedung 123 kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan pada 16 November 2018 lalu.

Penghargaan yang diberikan pada kegiatan gebyar UKM 2018 tersebut diberikan Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Ngurah Puspayoga, kepada kota dan atau kabupaten yang berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, serta membangun ekosistem UMKM di daerahnya.

Harnojoyo menerangkan, apa yang diraihnya hari ini, merupakan sebuah penghargaan untuk masyarakat Palembang dan jajarannya. Dimana, Natamukti didapatkan setelah melalui proses pemilihan oleh panel juri yang terdiri dari tim manajemen ICSB Indonesia.

Menutup akhir tahun, Harnojoyo dinobatkan sebagai tokoh inspiratif umat Islam bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan peraih penghargaan Moeslim Choice Award 2018 ini, yang diberikan pada 12 Desember 2018.

Tokoh inspiratif umat Islam ini diberikan karena ia konsisten melaksanakan Program Subuh berjemaah bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dengan menggandeng serta ustads dan tokoh masyarakat.

Dengan harapan kedepan, kegiatan Subuh Berjemaah yang mulai dimotori seluruh pejabat Pemkot Palembang, dapat menarik generasi muda untuk ikut serta ke masjid.

"Mengapa Singapura bisa lebih maju, karena mareka bangun kerja lebih awal. Insya Allah melalui Subuh berjemaah dan bangun lebih awal disertai komitmen tinggi, suatu hari Palembang akan lebih maju dari Singapura," ujarnya.

Selain Subuh Berjemaah, salah satu program yang saat ini terus digalakkan adalah program gotong royong. Program ini untuk bertujuan untuk merubah masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Oleh karena itu di setiap Pagi Minggu kami mengajak serta para pejabat untuk bergotong royong, masuk ke parit-parit. Masyarakat sekitar lokasi gotong-royong terkadang hanya melihat saja, namun program ini harus tetap diteruskan," ujarnya.

Meski begitu, apa yang dilakukannya bukanlah goal yang diharapkan dari program yang telah dilaksanakannya sejak tiga tahun lalu tersebut.

Dimana, melalui subuh berjemaah, kelahiran Tanjung Sakti Kabupaten Lahat tersebut, ingin program subuh berjamaah dapat melatih disiplin diri, serta meningkatkan etos kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas serta tuntas.

"Tujuan dilaksanakannya program Subuh Berjamaah adalah, menjadikan pemerintahan Kota Palembang yang prima dan semangat untuk mewujudkan visi misi Palembang EMAS (Elok Madani Aman dan Sejahtera) Darussalam 2023," ungkapnya.

Harnojoyo Layak Dapatkan Lebih

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang Harrey Hadi menambahkan, saat ini Palembang menjadi salah satu kota paling berkembang.

Tidak hanya di bidang Kesejahteraan, tetapi hampir semua bidang yang menjadikan Palembang menjadi daerah paling unggul bahkan memiliki ketepatan program dan kegiatan yg benar benar dibutuhkan masyarakat.

Artinya, Kota Palembang dan Walikota layak mendapat apresiasi dari penilaian yang dilakukan lembaga kajian manapun termasuk Katadata, dalam memberikan penilaian terhadap empat bidang yang dilaksanakan belum lama ini.

"Apa yang dilakukan Walikota melalui dua programnya, mampu mengakomodir semua program lain dan Walikota layak mendapatkan penghargaan di empat bidang yang menjadi penilaian Katadata yang dilakukan secara independent," ungkapnya.

Harrey menerangkan, secara spesifik program Subuh Berjamaah setiap hari yang dilaksanakan serta telah di atur dalam Peraturan Walikota No. 69 Tahun 2018 dan program Gotong Royong yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi, yang dipimpin langsung Walikota, sesungguhnya fakta bagaimana Walikota mengakomodir kebutuhan masyarakat dari bawah ke atas (bottom up planning).

"Dari dua program ini, sebenarnya sudah mampu mengakomodir berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan ekonomi. Karena Walikota mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan direalisasikan melalui anggaran yang dialokasikan," ungkapnya.

Terkait Implementasi bidang ekonomi (pro growth and pro job) perlu disampaikan pula jika Walikota Palembang telah menyerahkan bantuan kredit tanpa agunan sebesar Rp3 juta per orang untuk 4000 UMK.

Selain itu, Walikota juga telah memberikan bantuan bibit cabai dalam 10.000 polibag kepada masyarakat miskin serta bantuan kolam bioflok ikan (kolam terpal) yg merupakan hal yang unik dari stratevi pertanian perkotaan dengan lahan terbatas (urban farming).

Ketiga adalah, Walikota telah memberikan bantuan kepada usaha mikro lainnya di bidang industri dan perdagangan.

"Semua sektor sudah dilaksanakan, bahkan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita 77, 2% melebihi rata-rata provinsi dan nasional," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Harrey, jika didalami semua program yang dilaksanakan Pemetintah Kota Palembang sudah on The Track sesuai alokasi besaran anggaran APBD dan ketepatan  implementasi program yang dilaksanakan.

Seperti terkait dengan alokasi pendidikan. Dimana, Pemerintah Kota Palembang serius dalam pengembangan bidang pendidikan, dengan mengalokasikan anggaran untuk pendidikan 33 %, jauh diatas amanat Undang-undangan sebesar 20%.

Sementara untuk Kesehatan, Pemerintah Kota Palembang mengalokasikan anggaran sebesar 15%, juga jauh diatas amanat pusat sebesar 10%.

Artinya semuanya jauh diatas rata-rata nasional. Bahkan, hal  ini dibuktikan indikator beserta capaiannya yg naik tajam dan konsisten.

"Jadi, dengan demikian Pemerintah Kota Palembang layak sekali untuk mendapatkan penghargaan untuk tiga bidang yang dinilai, Pendidikan, Kesehatan  dan Kesejahteraan," tandasnya. [irm]



Komentar Pembaca
Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00