Bijaksana dan Cerdas Memilih Presiden

Kedipan Mata Rosyida  RABU, 26 DESEMBER 2018 , 00:31:00 WIB

Bijaksana dan Cerdas Memilih Presiden
MASA Kampanye Pemilu Serentak 2019 sangat panjang. Dari 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Masa ini berlaku bagi semua Peserta Serentak Pemilu 2019. Akan tetapi yang lebih menonjol adalah Kampanye Pilpres.

Dua pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) sudah memanfaatkan masa ini. Sepanjang waktu yang telah dilalui, Capres Nomor Urut 01 berusaha menyampaikan kampanye yang membuat rakyat gembira dan optimistis.

Berbeda dengan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto, yang sempat beberapa kali menghadirkan kampanye membuat rakyat miris dan sesak nafas.  Di antaranya Prabowo meramalkan Indonesia bubar pada 2030. Prediksi ini dibuatnya berdasarkan novel fiksi yang dia sempat baca.

Di lain kali dan sesuai dengan jargonnya membangun ekonomi Indonesia, Prabowo mencela pembangunan sekarang. Ia mengatakan kekayaan Indonesia hanya dinikmati oleh kurang dari 1% rakyat. Sisanya 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan, miskin.

Yang lebih mengejutkan, Prabowo berani menyebut bahwa Indonesia punah kalau dirinya kalah Pilpres 2019.

Namun yang jauh lebih mengejutkan, Minggu (23/12), Prabowo menyatakan Indonesia sangat sangat sangat miskin. Disebutnya Indonesia semiskin negara-negara miskin di Benua Afrika yaitu Rwanda, Sierra Leone, Chad, dan Haiti. Itu disampaikannya di hadapan ribuan jamaah Majelis Tafsir Alquran di Surakarta.

Semua pernyataan Prabowo tersebut tentu mendapat tanggapan dari pihak Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Ada bantahan dari sang Capres Jokowi, sang Cawapres Kiai Ma'ruf, maupun para anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Dalam mematahkan narasi atau pernyataan Prabowo, pihak Jokowi berusaha menampilkan data. Namun bantahan disertai data itu tidak membuat situasi seketika redam. Kegaduhan terjadi sepanjang waktu. Berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

SAMPAI sejauh ini, mayoritas masyarakat pemilih tentu sudah menetapkan Capres-Cawapres Pilihan mereka. Bagi yang belum menentukan pilihan, sebaiknya memperhatikan betul apa-apa yang dikampanyekan sang calon.

PILIHAN memang hak individu, akan tetapi pikirkan nasib Bangsa ini. Apakah kita rela Indonesia dipimpin oleh presiden yang tega menakut-nakuti rakyatnya sendiri? Atau presiden yang membuat rakyatnya pesimis masal? Atau presiden yang suka menghina negeri dan bangsanya sendiri?

Dalam setiap agama tentu sudah ada panduan untuk memilih pemimpin. Dalam Islam sendiri diajarkan bahwa menentukan pilihan merupakan keharusan. Jika harus memilih di antara yang baik-baik, maka pilih yang lebih banyak kebaikannya. Jika harus memilih di antara yang buruk-buruk, maka pilih yang lebih sedikit keburukannya.

Islam juga mengajarkan pemimpin yang harus dipilih memiliki setidaknya empat hal yaitu Shidiq; Amanah; Fathanah; dan Tabligh.

Shidiq artinya jujur, benar, sungguh-sungguh dalam bersikap, berucap, dan bertindak.

Amanah yaitu melaksanakan tugas sebagai pemimpin sesuai ketentuan peraturan-perundang-undangan dengan berpegang teguh pada ketentuan agama.

Fathanah adalah cerdas, andal, kompeten melaksanakan amanah yang diembannya.

Tabligh mampu membuat rakyat memahami semua program atau tindakan yang dilaksanakn dengan jujur dan bertanggung jawab. Yaitu akuntabilitas dan transparansi. Segala kebijakan dan program tersosialisasikan dengan baik sehingga rakyat merasa  damai, tenteram, optimistis, dan bahagia.


Dengan dua pasangan capres-cawapres, jika masih ragu maka pemilih sebaiknya melakukan Shalat Istikharah. [***]



Komentar Pembaca
Maskawin 50 Suku Emas

Maskawin 50 Suku Emas

SENIN, 01 JULI 2019

Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

NYOBLOS YUUK...

NYOBLOS YUUK...

RABU, 17 APRIL 2019

KAMPANYE PAMUNGKAS...

KAMPANYE PAMUNGKAS...

SABTU, 13 APRIL 2019

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

KAMIS, 11 APRIL 2019

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00