Jangan Sebut Ini Azab Allah..

Sosial  SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 10:16:00 WIB

Jangan Sebut Ini Azab Allah..
RMOLSumsel.  Selang dua bulan, tiga kali bencana datang. Agustus gempa di Lombok, Oktober tsunami di Palu, sekarang tsunami menyambangi Anyer. Ada yang bertanya, apakah rentetan bencana ini murni gejala alam atau azab Allah Swt?

Mahfud MD meminta masyarakat agar tak buru-buru menyimpulkan musibah tsunami yang terjadi Banten dan Lampung sebagai azab. Hal tersebut disampaikan di akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd, kemarin.

Di akun Twitter miliknya, Mahfud mengawali cuitannya soal tsunami dengan ikut menyampaikan duka cita kepada para korban. Semoga para korban mendapat tempat yang baik di sisi-Nya.

Lebih lanjut, pakar hukum dan tata negara itu menulis, tsunami adalah sunnatullah bekerjanya alam yang bisa menimpa siapa saja. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tak buru-buru bilang bencana alam seperti tsunami merupakan azab dari Allah.

Menurut pria asal Madura tersebut, menyimpulkan musibah sebagai azab merupakan hal yang tidak tepat. Pasalnya, banyak orang baik dari komunitas yang tidak jahat, yang menjadi korban bencana alam tersebut. Selain itu, kesimpulan seperti itu menafikan sifat kasih sayang Allah.

Sebelumnya, pada akhir September lalu, Pulau Sulawesi juga dihantam tsunami. Diawali gempa bumi berkekuatan 7,4 skala momen, tsunami setinggi 5 meter kemudian menerjang sejumlah kawasan di pulau itu, seperti Kota Palu, Donggala, Poso, Tolitoli sampai Mamuju. Korban jiwa mencapai 2.045 orang.

Mahfud mengaku perlu menyampaikan hal itu lantaran bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia sebelumnya, yaitu gempa dan tsunami di Palu dan Lombok, dikontroversikan secara politik. Ada yang bilang azab ada yang bilang ujian. Padahal korbannya bercampur-campur aliran politiknya. Dan banyak orang baiknya. "Allah maha pengasih, tak mungkin mengazab dengan membabi buta. Itu sunnatullah," tulisnya.

Mahfud juga menjawab cuitan followernya yang menyebut tsunami adalah azab bagi si durjana. Ujian bagi yang beriman dan ibrah bagi yang mau mengambil pelajaran. Namun menurut Mahfud, kicauan followernya itu terlalu rumit. Terlalu akademis. Kata dia, apakah suatu bencana merupakan azab, ujian, atau ibrah, tak perlu dikaitkan dengan satu bencana.

"Yang penting, apakah itu azab, ujian, atau ibrah maka solusinya sama, yakni bertaqwa kepada Allah SWT. Oke/tak oke, itulah jawabannya," tulis Mahfud seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Kicauan Mahfud ini mendapat banyak respons. Ada yang setuju, ada yang tak sependapat. Akun 770 Mig mengatakan, azab Allah atau bukan, itu jelas bukan hak manusia untuk menyimpulkan. Tsunami menerjang bukan berarti menghilangkan sifat Maha Penyayang. "Allah punya cara sendiri mencintai miliknya," cuitnya. [rmol]

Komentar Pembaca
Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00

Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00