Di Tepi Amu Darya

Resensi Buku

Teguh Santosa  RABU, 19 DESEMBER 2018 , 12:42:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

Di Tepi Amu Darya

RMOLSUMSEL

Di Tepi Amu Darya” adalah akumulasi dari pengamatan yang dilakukan Teguh Santosa sejak dirinya ditugaskan meliput perang di Afghanistan dari perbatasan Uzbekistan pada 2001.

Di tahun itu pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat mendukung upaya Aliansi Utara untuk menggulingkan rezim Taliban. Dalam waktu yang relatif singkat, rezim Taliban berhasil ditumbangkan, dan musim semi demokrasi pun tiba.

Namun setelah 17 tahun berlalu, radikalisme dan terorisme masih menjadi tema utama di negeri itu. Proposal damai yang ditawarkan pemerintah Afghanistan kepada Taliban belum mendapatkan respon yang pantas, bahkan seperti lenyap menguap tanpa bekas.

Dengan caranya, penulis mengajak kita semua menjadikan buku ini " kisah perjuangan panjang Afghanistan menegakkan benang basah demokrasi " sebagai kaca benggala yang dapat kita gunakan untuk memeriksa kondisi Indonesia sehingga terjauhkan dari hal-hal buruk yang terjadi di sana.


*Tentang Penulis*

Sejak awal karier sebagai wartawan Harian Rakyat Merdeka, Teguh Santosa kerap ditugaskan meliput berbagai peristiwa politik internasional, seperti perang di Afghanistan (2001), perang di Irak (2003), situasi Suriah (2003), krisis nuklir Korea Utara (2003), dan krisis politik Lebanon (2005).

Di tahun 2009 Teguh diundang untuk memantau pemilu di Federasi Mikronesia. Ia mengunjungi Sahara Barat di Maroko pada tahun 2010. Setahun setelah itu Teguh kembali ke Rabat untuk memantau referandum konstitusi baru.

Sejak 2012 Teguh mengamati dari dekat perkembangan politik dan upaya perdamaian di Semenanjung Korea. Setelah itu setiap tahun ia mengunjungi baik Korea Utara maupun Korea Selatan.

Pada tahun 2011 dan 2012 Teguh berbicara sebagai petisioner kasus Sahara Barat dalam sidang Komisi IV PBB di New York. Di tahun 2018 ia diundang Komisi Pemilu Nasional Venezuela untuk memantau pemilihan presiden.

Kini Teguh adalah anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2018-2023. Sebelumnya pada periode 2013-2018 ia adalah Ketua Bidang Luar Negeri PWI. Ia juga pernah menduduki posisi Ketua Bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah (2012-2015). [***]



Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00