Gawat.. Dunia Terancam Kelangkaan Insulin

Lifestyle  MINGGU, 16 DESEMBER 2018 , 10:57:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Gawat.. Dunia Terancam Kelangkaan Insulin
RMOLSumsel. Berbagai laporan terbaru tentang penyakit diabetes di seluruh dunia menyebutkan jumlah pasien terus bertambah. Hal ini memunculkan situasi genting, yaitu bakal terjadi kelangkaan insulin.

Harun Abdalla adalah salah seorang dari lebih 400 juta orang dewasa di dunia yang mengidap diabetes tipe dua.

Ketika saya didiagnosa menderita diabetes, saya mulai merasa hidup saya akan berakhir,” kata Abdalla seperti dikutip dari Kantor Berita VOA Indonesia, Minggu (16/12).

Abdalla tinggal di Kibera, sebuah perkampungan kumuh terbesar di Afrika. Ia kehilangan pekerjaannya ketika didiagnosa menderita penyakit itu pada 2006 dan hampir tidak mampu membeli insulin. Belum lagi untuk menjalani diet sebagaimana yang disarankan dokter.

Saya merasa tidak ada harganya di dunia ini,” kata Abdalla.

Hampir tidak satu orang pun di Kibera yang mampu membeli obat. Pemerintah telah mendirikan sebuah fasilitas kesehatan yang menyubsidi biaya obat-obatan diabetes. Tetapi pasien yang datang terus bertambah. Faktor terbesar yang membuat semakin banyak

Kami cenderung tidak aktif. Kurang berolahraga dan diet. Saya ingin mengatakan kepada warga di Kibera yang kami layani, tampaknya diet kita yang tidak baik telah ikut memicu banyaknya orang yang menderita diabetes,” kata Irene Aoko, petugas medis di Layanan Kesehatan Kibera South.

Menurut studi terbaru di Jurnal Kedokteran Lancet, jumlah orang dewasa yang menderita diabetes tipe dua di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat menjadi 511 juta orang pada 2030.

Peneliti utama Dr Sanjay Basu mengatakan, warga yang paling sulit mendapatkan insulin adalah mereka yang berada di sub-Sahara Afrika.

Sebagaimana diperkirakan, di Asia dan sub-Sahara Afrika kami menemukan kekurang terbesar insulin,” kata Sanjay Basu.

Apa yang tidak menggembirakan adalah meskipun telah terjadi perubahan besar dalam diet dan gaya hidup secara keseluruhan di seluruh dunia, masih tetap ada peningkatan tajam diabetes tipe dua di Afrika dan Asia, dan pada saat yang sama stok insulin menurun. Jadi, ini skenario yang tidak baik,” papar Sanjay.

Tiga perusahaan farmasi memproduksi 96 persen insulin bagi kebutuhan di seluruh dunia, dan belum dapat dipastikan apakah mereka dapat meningkatkan produksi insulin guna memenuhi tuntutan tambahan di masa depan.

Basu mengakui bahwa kelangkaan insulin yang diperkirakannya, mungkin tidak akan benar-benar terjadi.

Meskipun studi itu didasarkan pada data dari 60 persen penderita diabetes tipe dua di seluruh dunia, para peneliti belum mengetahui perubahan demografi di negara-negara Afrika. Juga perubahan diet dan olahraga yang mungkin dapat membuat kebutuhan insulin sebenarnya jauh lebih kecil. [ida]

Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00