SUARA PUBLIK

Perubahan Kepribadian Akibat Peristiwa Kehidupan

OPINI  JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 10:59:00 WIB

Perubahan Kepribadian Akibat Peristiwa Kehidupan
SETIAP orang memiliki kepribadian yang unik. Kepribadian yang dimiliki seseorang akan memberikan pengaruh terhadap cara berfikir hingga munculnya tingkah laku seseorang.

Kepribadian menurut Allport diartikan sebagai organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik dalam individu yang menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kepribadian adalah pola pemikiran, perasaan, dan perilaku yang relatif stabil, yang membedakan individu satu dengan lainnya.

Walaupun kepribadian diartikan sebagai suatu pola yang stabil atau konsisten pada setiap individu, namun kepribadian ternyata dapat berubah.

Beberapa penelitian telah menganalisis bagaimana kepribadian berubah dengan beberapa konteks yang berbeda yaitu berdasarkan perkembangan waktu hidup seseorang, kematangan intrinsik, atau karena pengalaman dan tuntutan sosial seseorang.

Hal ini bahkan didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Lucas dan Donnellan yang menemukan bahwa kepribadian sebetulnya berubah di seluruh rentang kehidupan.
Menurut Santrock, seorang ahli psikologi perkembangan, fase perkembangan dalam rentang kehidupan manusia terbagi menjadi tiga tahap yaitu masa anak-anak, masa remaja dan masa dewasa.

Masa anak-anak adalah periode yang dimulai sejak masa bayi sampai masa sekolah dasar. Beberapa tugas perkembangan pada masa ini yaitu bermain, melatih kemandirian, dan mengembangkan keterampilan seperti membaca atau menulis.

Fase selanjutnya yaitu pada masa remaja, pada masa ini terjadi transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Usia seseorang saat memasuki masa remaja dimulai berkisar sejak 10 tahun sampai 18 tahun.

Masa remaja ditandai dengan perubahan fisik yang cepat dan perubahan pada perkembangan diri seperti pencapaian kemandirian, menyukai interaksi sosial dengan teman-teman dan mencari identitas diri.

Selanjutnya pada masa dewasa dibagi menjadi tiga bagian yaitu dewasa awal, dewasa tengah dan dewasa akhir. Masa dewasa awal bermula pada sekitar akhir usia belasan tahun dan akan berakhir pada kisaran usia 30 tahun.

Periode ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, masa pemilihan pasangan dan mulai membentuk sebuah keluarga.

Selanjutnya, masa dewasa tengah dimulai pada usia sekitar 35 tahun hingga usia 60 tahun. Seseorang pada masa ini akan lebih berfokus pada keterlibatan dan tanggung jawab dalam membentuk dan menjaga kehidupan pribadi dan sosial yang mereka miliki.

Seseorang pada masa ini akan berusaha mengembangkan anak-anak mereka dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir maupun kehidupan sosial.

Masa dewasa akhir  merupakan periode akhir kehidupan yang bermula pada usia 60 tahun dan akan berakhir pada kematian.
Masa ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan, kesehatan dan mengalami pensiun. Seseorang akan melihat kembali kehidupan yang telah dijalaninya pada masa ini.

Berdasarkan teori kepribadian yang dikemukakan oleh ahli kepribadian yaitu Mccrae dan Costa dikatakan bahwa kepribadian akan berkembang dengan adanya pengaruh gen dan kematangan dalam stabilitas dan perubahan sifat (trait) yang ada pada kepribadian seseorang.

Belum lama ini, seorang ilmuwan psikologi yang bernama Bleidorn ternyata menemukan fakta bahwa kepribadian seseorang dapat mengalami perubahan karena adanya peristiwa kehidupan. Peristiwa-peristiwa kehidupan ini dapat terjadi di fase-fase perkembangan pada rentang kehidupan seseorang. Tetapi hanya peristiwa-peristiwa yang berarti atau intens yang akan berdampak pada kepribadian seseorang.

Peristiwa kehidupan memiliki efek yang panjang dalam proses perubahan kepribadian karena  peristiwa kehidupan dapat memodifikasi, menginterupsi, atau mengarahkan kehidupan seseorang dengan mengubah perasaan, pikiran, dan perilaku seseorang.

Beberapa peristiwa kehidupan seperti pernikahan, pengangguran, atau masa-masa menjadi orang tua diketahui akan memberikan pengaruh terhadap terjadinya perubahan kepribadian pada seseorang. Misalnya, pada masa kelahiran anak pertama adalah peristiwa kehidupan yang memerlukan perubahan drastis dan mendadak dalam perilaku, rutinitas, dan menjalin hubungan baru yang pada akhirnya dapat mengubah kepribadian.

Di samping itu, ada penelitian lain dalam bidang psikologi kepribadian seperti yang dilakukan oleh Specht dan rekan-rekannya yang menunjukkan fakta lebih jauh. Penelitiannya mengatakan  bahwa ternyata tidak hanya peristiwa kehidupan yang dapat menyebabkan perubahan dalam sifat-sifat kepribadian seseorang tetapi juga efek antara adanya peristiwa kehidupan dan kepribadian.

Salah satu trait kepribadian manusia adalah Big Five Personality. Trait kepribadian ini dikemukakan oleh Costa & Mcrae yang merupakan ahli dalam bidang psikologi kepribadian. Trait ini terdiri dari 5 sifat yaitu Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness dan Neuroticism. Individu yang memiliki sifat Extraversion yang tinggi cenderung ramah, tegas, energik, berani, antusias dan senang bersosialisasi.

Individu yang tinggi pada sifat Agreeableness cenderung memaafkan, tidak menuntut, suka menolong, tidak keras kepala, tidak suka pamer dan bersimpati. Sedangkan pada trait Opennes dicerminkan dengan sifat yang aktif dalam menggali sesuatu, cenderung untuk mencari pengalaman baru dan mengeksplorasi ide-ide baru.

Pada trait lainnya yaitu trait Conscientiousness yang tinggi digambarkan sebagai  seseorang yang cenderung terorganisir, dapat diandalkan, pekerja keras, tepat waktu, cermat, ambisius dan tekun. Terakhir pada trait Neuroticism yang tinggi dijelaskan dengan kecenderungn depresi, frustrasi, memiliki rasa bersalah, , rendah diri, dan rendah kontrol.

Pada penelitian yang mengaitkan kepribadian dengan peristiwa kehidupan menemukan bahwa individu memiliki trait kepribadian yang berbeda saat sebelum mengalami beberapa kejadian dengan setelah peristiwa terjadi.  

Salah satu contoh yang ditemukan adalah trait Extraversion memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami peristiwa kehidupan yang positif dan individu yang tinggi dalam Neuroticism akan memiliki kemungkinan lebih tinggi dalam mengalami peristiwa kehidupan yang negatif.
        
Penelitian lainnnya menjelaskan bahwa sifat Conscientiousness adalah sifat yang paling responsif terhadap peristiwa besar dalam hidup termasuk perceraian, pensiun, atau kelahiran anak pertama. Sebaliknya, sifat Neuroticism sebagian besar tidak terpengaruh oleh pengalaman dari setiap peristiwa kehidupan. Perubahan kepribadian pada sifat Neuroticism dan Extraversion biasanya berkaitan kepada peristiwa yang menuntut afektif seseorang.

Di samping itu,  sifat Agreeableness, Extraversion, dan Conscientiousness lebih berkaitan terhadap peristiwa yang mengandung konten perilaku sedangkan sifat Openness lebih kepada konten kognitif.

Peristiwa kehidupan yang berhubungan dengan cinta seperti pernikahan atau menjadi orang tua akan lebih terkait erat dengan perubahan sifat yang menekankan konten afektif dan perilaku sosial (yaitu, Agreeableness, Extraversion, and Neuroticism), sedangkan peristiwa kehidupan terkait pekerjaan akan menjadi lebih cenderung mengarah pada perubahan sifat yang mencerminkan konten perilaku atau kognitif (yaitu, Conscientiousness and Openness).

Ada dua peristiwa-peristiwa kehidupan yang ditemukan memberikan efek paling besar dalam perubahan kepribadian antara lain:

1. Pekerjaan pertama. Seseorang akan mendapatkan pekerjaan pertama mereka saat masa sekolah telah usai. Pekerjaan pertama biasanya akan menuntut orang untuk tepat waktu, memenuhi tenggat waktu, dan bekerja dengan baik.

Mereka juga biasanya dituntut untuk bertindak secara sadar atau hati-hati dalam melakukan sesuatu. Adanya tuntutan-tuntutan ini pada akhirnya ini  dapat mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Transisi dari sekolah ke universitas atau bekerja terkait dengan pematangan kepribadian sehingga terjadi peningkatan pada Openness, Agreeableness, and Conscientiousness, dan penurunan pada Neuroticism.

Perubahan ini terjadi selama jangka waktu yang relatif singkat dan menunjukkan hubungan yang jelas dengan perilaku dan pengalaman tertentu selama dan setelah lulus dari sekolah.

2. Hubungan romantis. Suatu penelitian membandingkan kepribadian orang-orang yang memiliki hubungan romantis dengan kepribadian orang-orang yang tetap melajang atau bahkan perpisahan.

Menurut Neyer dan Asendorf seseorang yang memiliki hubungan romantis untuk pertama kalinya menunjukkan penurunan dalam sifat Neuroticism dan peningkatan sifat Extraversion serta sifat Conscientiousness dibandingkan dengan mereka yang lajang.  Mereka cenderung mengalami penurunan dalam depresi dan kecemasan sosial.

Pada peristiwa perpisahan, suatu penelitian yang dilakukan oleh Costa dan rekannya menemukan bahwa wanita yang bercerai menunjukkan peningkatan dalam sifat Extraversion dan Openness. Sedangkan pria yang bercerai menunjukkan peningkatan aspek-aspek Neuroticism dan penurunan pada sifat Conscientiousness.

Kemudian dapat disimpulkan pula berdasarkan penelitian yang dilakukan Bleidorn dan rekan-rekannya ditemukan bahwa peristiwa yang paling memberikan perubahan kepribadian terbesar atau terbanyak adalah yang terjadi saat masa dewasa awal.

Dewasa awal adalah periode dalam rentang kehidupan yang paling rentan dalam perubahan kepribadian. Peristiwa kehidupan sangat mungkin memicu perubahan kepribadian karena ciri-ciri kepribadian lebih sensitif terhadap pengaruh lingkungan di masa dewasa awal daripada di tengah atau akhir masa dewasa.

Pada dewasa awal juga banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang memberikan pengaruh yang besar dalam terjadinya perubahan kepribadian seperti pertama kalinya seseorang memiliki hubungan romantis dan transisi seseorang yan telah lulus dari sekolah ke dunia kerja. [rmol]


Lutfiyah
Magister Ilmu Psikologi Kepribadian Universitas Indonesia 



Komentar Pembaca
Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Woow.. Ahok Salam 3 Jari

Woow.. Ahok Salam 3 Jari

KAMIS, 24 JANUARI 2019 , 11:16:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00