Bupati PALI Himbau Lestarikan Budaya Peninggalan Leluhur

Laporan: Ari Wibowo

Budaya  KAMIS, 13 DESEMBER 2018 , 19:50:00 WIB

Bupati PALI Himbau Lestarikan Budaya Peninggalan Leluhur

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo menganjurkan masyarakat Bumi Serepat Serasan agar menjaga budaya dan melestarikan tradisi yang diwariskan leluhur agar kearifan lokal tetap terjaga dan tidak hanya jadi cerita saja karena punah tergerus zaman.

Anjuran itu dikatakannya saat menghadiri dan membuka gelaran sedekah adat di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi, Kamis (13/12), berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H serta  sunatan massal secara gratis dengan jumlah peserta 100 anak juga pembagian puluhan paket Sembako untuk Lansia.

"Dengan dilestarikannya adat istiadat lokal yang diturunkan dari nenek moyang kita, akan memperlihatkan jati diri suatu daerah. Sebab, saat ini selain objek wisata yang bisa menarik wisatawan, juga dengan adat yang dipertahankan dan dipegang teguh masyarakat juga menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke suatu daerah. Untuk itu, kami mengapresiasi kegiatan seperti ini sebagai bentuk upaya pelestarian tradisi leluhur," kata Heri.

Pada acara sedekah adat, Maulid Nabi Muhammad SAW serta sunat massal, selain Bupati yang hadir, ketua TP.PKK PALI Ir Hj Sri Kustina juga tampak berada diantara ratusan masyarakat. Sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI juga tampak berbaur menyaksikan berbagai kegiatan yang disajikan masyarakat setempat.

Kepala Desa Talang Bulang, Sakirwan  mengatakan bahwa tujuan kegiatan yang digelar masyarakat adalah sebagai bentuk syukuran atas apa yang telah didapat masyarakat selama tahun 2018.

Dikatakan Kades bahwa Desa Talang Bulang mempunyai tradisi yang lain dari desa-desa lainnya, yakni tari Bubu yang merupakan warisan nenek moyang desa tersebut.

"Dimana tari Bubu ini mencerminkan bagaimana kehidupan masyarakat Talang Bulang dahulunya yang mengandalkan bubu dalam menangkap ikan untuk keperluan sehari-hari maupun untuk dijual apabila hasil yang didapat melimpah," kata Sakirwan.

Tari tersebut diakui Kades tetap terjaga, dan yang menjadi ciri khasnya adalah bubu atau alat penangkap ikan yang dianyam terbuat dari bambu dipasang kain berbentuk jubah diangkat enam orang warga, kemudian bubu tersebut bergerak dengan sendirinya.

"Tarian itu menjadi menarik, karena bubu akan bergerak dengan sendirinya dimana sebelumnya tokoh adat setempat telah memberi mantera, jadi gerakan bubu tersebut seolah digerakan mahluk tak kasat mata yang kemudian harus dikendalikan enam orang warga yang memegangnya. Harapan kami, dengan acara sedekah adat yang kami gelar setiap tahun akan menjadikan desa kami lebih dikenal," jelas Sakirwan.[sri]





Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00