Penduduk Miskin di OKU Turun Dikit

Daerah  KAMIS, 13 DESEMBER 2018 , 11:58:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Penduduk Miskin di OKU Turun Dikit

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Azis menyampaikan, bahwa jumlah Penduduk Miskin di OKU pada tahun 2018 turun sebesar 0,34 persen dibandingkan dengan tahun 2017.  

Penduduk miskin di Kabupaten OKU Tahun 2018 sebanyak 45.710 orang atau 12,61 persen dari jumlah penduduk OKU. Jumlah ini cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 yang berjumlah 46.340 orang atau sebesar 12,95 persen dari jumlah penduduk OKU.

Hal tersebut diungkapkan Kuryana saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan rapat koordinasi dengan Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia Sumsel Rendha Prasetya di Abdi Praja Pemkab OKU.

Menurut Kuryana Azis, persentase penduduk miskin di Kabupaten OKU ini masih dibawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan.

Dimana, rata-rata persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 12,80 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 1.068.270 orang.

Bupati Kuryana juga mengapresiasi kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berkontribusi menekan laju inflasi di Bumi Sebimbing Sekundang. "Inflasi di OKU jangan sampai di atas inflasi nasional," katanya.

Dijelaskan Kuryana,  Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur tingkat kemiskinan berdasarkan Garis kemiskinan (GK) yang terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).

Garis kemiskinan makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori perkapita per hari. Garis kemiskinan non-makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

"GK merupakan penjumlahan dari GKM dan GKNM.  Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah GK dikategorikan sebagai penduduk miskin. Garis Kemiskinan yang digunakan adalah Rp 380.254/kapita/bulan pada tahun 2017 dan Rp 415.785/kapita/bulan pada tahun 2018," terang Kuryana.

Berdasarkan pendekatan kebutuhan dasar, ada 3 indikator kemiskinan yang digunakan. Pertama, Head Count Index (HCI-P0). Kedua, Poverty Gap Index atau Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1). Ketiga, Poverty Severity Index atau Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).

Dengan menggunakan tiga indikator di ataslah, persentase penduduk miskin di Kabupaten OKU pada tahun 2018 cenderung menurun. [irm]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00