Isu Terompet Mengandung Virus, Pemesanan Menurun

Ragam  SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 09:58:00 WIB

Isu Terompet Mengandung Virus, Pemesanan Menurun

NET

RMOLSumsel. Para perajin terompet di Kecamatan Sukodadi Lamongan, Jatim resah dengan isu virus di terompet.

Entah siapa yang pertama kali menyebarkan isu virus tersebut. Isu virus pertama kali bergulir pada pergantian tahun baru 2017.

Disebutkan terompet tersebut mengandung virus. Hal ini membuat pemesanan mengalami penurunan.

Bahkan pada tahun - tahun kemarin, pemesanan bisa mencapai 7 ribu hingga 10 terompet. Namun, kini hanya 3 ribu hingga 4 ribu biji terompet saja.

Menurut Untung salah satu perajin terompet, dia sudah berpuluh-puluh tahun membuat terompet.

"Namun sejak muncul isu virus tidak jelas itu hasil penjualan menurun," ujar Untung.

Meskipun mengalami penurunan, Untung dan beberapa warga Desa Sumebraji tetap membuat kerajinan terompet yang biasanya digunakan untuk perayaan pergantian tahun.

"Terompet ini dijual di beberapa wilayah di Jawa Timur, dan sebagian pemesan juga datang dari luar pulau, seperti Kalimantan, Sulawesi bahkan hingga Timika," kata Untung.

Untuk harga pun bervariasi, mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 10 ribu. Seperti halnya terompet yang berbentuk naga, harga nya mencapai Rp 10 ribu.

Terompet model seperti ini yang paling laris saat perayaan pergantian tahun. [irm]

Komentar Pembaca
Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00