Bangga Kopi Selangit Dibawa Ke Eropa

Laporan: Irhamudin Sutan Parmato

Lifestyle  MINGGU, 09 DESEMBER 2018 , 20:39:00 WIB

Bangga Kopi Selangit Dibawa Ke Eropa

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Fatkhurozi, pemilik UMKM Bubuk Kopi Gumadi di Desa Karang Panggung Kecamatan Selangit  Kabupaten Musi Rawas (Mura) tidak menyangka usaha  bubuk kopi yang dirintisnya beberapa tahun lalu saat ini menjadi terkenal bahkan sempat dibawa dan dipamerkan sampai ke Eropa.
Kepada RMOL Sumsel, dia mengatakan, salah satu kunci dalam menjalankan usaha adalah pantang menyerah. Selain itu, karena produk yang dihasilkan berkaitan dengan selera konsumen, maka kwalitas dan rasa kopi yang dihasilkan harus benar benar dijaga.

"Maka saya mempekerjakan orang yang benar benar sudah ahli dalam pengolahan kopi, sehingga kwalitas olahan yang dihasilkan tidak berubah,'jelasnya.

Untuk varian produk, saat ini Kopi Selangit menghadirkan tiga varian yaitu  kopi petik merah, kopi petik tua dan kopi luwak. Untuk jenisnya, kopi yang diproduksi adalah jenis kopi Robusta. 

"Dari pengolahan awal, pemetikan, pengeringan dan pengolahan kita lakukan dengan teliti, sehingga cita rasa kopi tidak berubah,"tuturnya.

Untuk pemasaran saat ini kopi Selangit tetap menggunakan merek dagang Kopi Selangit. Salah satu alasannya, paling adalah untuk mempromosikan atau mengenalkan daerah tersebut. Memang menurut Fatkhurozi, kawasan Selangit adalah sentra penghasil kopi di wilayah Kabupaten Mura. 

"Produk kopi kita sudah mulai mengisi gerai gerai di swalayan seperti Indomaret," terangnya.

Untuk pemasaran jarak jauh, pihaknya juga menawarkan Kopi Selangit melalui sarana media sosial, termasuk di situs belanja online seperti Buka Lapak.

"Kita berani bersaing soal rasa, apalagi kopi kita sempat dibawa oleh Pemkab Mura untuk diikutkan serta dalam pameran produk skala internasional di Eropa,"lanjutnya lagi.

Untuk harga,dia menyebutkan ada perbedaan untuk masing masing varian. Untuk kopi petik merah dibandrol dengan harga Rp 15 ribu per 100 gram. Sedangkan untuk kopi petik tua Rp 20 ribu per 200 gram. Sedangkan untuk kopi Luwak Rp 35 ribu per 100 gram. Dimana untuk masing-masing varian warna kemasan juga berbeda.

"Kita tidak hanya menjual kopi bubuk, tapi juga kopi sangrai dan ini biasanya pemesannya dari pengelola kafe-kafe baik di Lubuk Linggau, Palembang maupun dari luar daerah,"jelasny. [irm]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00