Serang Media..Prabowo Giring Publik Percayai Medsos

Politik  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 22:59:00 WIB

Serang Media..Prabowo Giring Publik Percayai Medsos
RMOLSumsel. Kemarahan Capres Nomor 02 Prabowo Subianto kepada media dinilai sebagai trik. Dia tengah berusaha menggiring opini publik, agar lebih percaya media sosial (medsos), di mana timnya mengandalkan kekuatan buzzer.

Demikian dikemukakan Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin (TKN Jokowi-Ma'ruf) Lukman Edy, Kamis (6/12).

Ia menilai Prabowo berupaya menggiring opini rakyat agar lebih percaya media sosial dibanding pers, yang disebutnya sebagai antek asing.

"Sementara media sosial yang jadi andalan pihak Pak Prabowo-Sandi yang penuh dengan buzzer, tidak ada yang mengawasi karena sistem pemilu kita belum sampai ke sana," di Rumah Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat seperti diberitakan JPNN.

Lukman melihat, tim Prabowo - Sandi sangat menguasai media sosial. Namun sayangnya, kata Lukman, di media sosial justru banyak dipenuhi hoaks dan ujaran kebencian.

"Memang satu-satunya sekarang sarana dan prasarana yang jelas-jelas menyatakan antihoaks adalah media mainstream, apalagi mereka diawasi Dewan Pers, Bawaslu, kemudian diawasi oleh Komisi Penyiaran. Ini tiga institusi yang mengawasi media mainstream saat ini dalam rangka ikut serta dalam pemilu," kata dia.

Bagi Prabowo - Sandi, lanjut Lukman, media massa tidak menguntungkan karena tidak bisa memproduksi hoaks. Sementara di media sosial, kubu sebelah secara sistematis bisa membentuk hoaks dan menggiring opini rakyat.

"Kalau masuk di media mainstream tidak sanggup karena ada pengawasan tiga (institusi)," tambahnya.

Di samping itu, Lukman juga menganggap Undang-undang Pemilu belum bisa mengatur konten media sosial. Sebagai orang yang pernah menggawangi Komisi II DPR, hal itu dianggap celah karena hoaks dan ujaran kebencian tidak bisa disebut pelanggaran pemilu.

"Kalau misalnya ada media sosial menyebar hoaks dan fitnah itu pihak kepolisian bisa langsung menangani dan menyatakan sebagai pelanggaran UU ITE. Tapi kalau institusi mengawasi kepemiluan tidak sampai di sana," katanya. [ida]

Komentar Pembaca
Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00