Lais Hebat! Teleconference dengan Pelajar Swedia

Daerah  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 21:46:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Lais Hebat! Teleconference dengan Pelajar Swedia
RMOLSumsel. Hebat! SMP Negeri 3 Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) canggih.

Hari ini, Kamis (6/12), para siswa dan guru SMP ini melakukan teleconference dengan guru dan pelajar SMP Oresundsgymnasiet Landskrona, Swedia. Perbincangan internasional jarak jauh ini disaksikan Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan Bunda Baca Muba Thia Yufada.

Dalam sambutanya, Bupati menyatakan bangga dengan anak didik SMP Negeri 3 Lais. Para siswa SMPN3 Lais telah mampu teleconference dengan guru dan pelajar SMP Oresundsgymnasiet Landskrona, Swedia.

"Ini sungguh luar biasa. Dengan teknologi  informasi dan telekomunikasi jarak jauh , SMPN 3 Lais bisa berkomunikasi langsung dengan guru-guru dan siswa SMP di Swedia. Selain saling  saling berbagi ilmu pengetahuan,  artinya SMPN 3 Lais dikenal di negara lain," kata Bupati Dodi.

Ditambahkan,"Saya selaku Kepala Daerah teleconfrence masih dalam negeri. Paling ke Menteri atau Presiden. Tapi anak didik SMP 3 Lais bisa teleconfrence ke Swedia. Saya minta program-program seperti dipertahankan dan ditingkatkan."

Di hadapan para pelajar dan guru Kecamatan Lais, Kecamatan Babat Supat, Kecamatan Keluang, dan Kematan Lalan yang menyambutnya, Bupati mengukuhkan Duta Baca Peserta Didik Siswa SMP/Sederajat

Menurut Dodi, Pemkab Muba berkomitmen terus meningkatkan kualaitas pendidikan. Salah satunya dengan menaikkan gaji para guru honorer sebesar 80 persen dari gaji mereka sekarang. Para guru honor K2 sudah dipikirkan untuk segera diangkat jadi PPPK. Selain kesejahteraan para guru, Pemkab akan menjadikan sarana dan prasarana pendidikan baik. nyaman dan memiliki fasilitas lengkap termasuk laboratorium.

 "Saya instruksikan setiap sekolah di Muba punya Duta Baca. Mereka ini yang selanjutnya mengimbaskan gerakan  budaya membaca ke peserta didik lainnya," ungkap Dodi.

Dikatakan, di tengah meningkatnya teknologi digital yang memberikan kemudahan dalam mengakses informasi secara cepat, membaca masih menjadi kebutuhan yang dinomorduakan.

Dijelaskan, urutan pertama bangsa paling melek huruf dan memiliki kecakapan membaca tertinggi adalah Finlandia. Disusul berikutnya Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia. Dengan demikian posisi lima besar diisi sepenuhnya oleh negara Nordik maupun Skandinavia.

"Untuk itu, kali ini kita teleconference dengan Sekolah di Swedia, untuk bertukar pikiran dan merumuskan program supaya minat baca di Muba ini tinggi," terangnya.

Ditempat yang sama Bunda Baca Muba Thia Yufada Dodi Reza mengatakan ada sepuluh keuntungan dari membaca.

Pertama, terhindar dari kebodohan. Kedua, bisa meningkatkan konsentrasi. Ketiga, bisa menjadi tahu akan sesuatu hal yang semula belum tahu sama sekali. Keempat, dapat mengembangkan kefasihan bertutur kata. Kelima, dapat mengungkapkan sesuatu secara lisan dengan mudah.

Keenam, dapat mengeksplorasi dan mengembangkan materi yang ingin kita ungkapkan. Ketujuh, dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain. Kedelapan, bisa membangun negara. Kesembilan, bisa mengetahui kronologi suatu peristiwa. Kesepuluh, bisa menghilangkan stress.

"Dari keuntungan-keuntungan tersebut dapat disimpulkan bahwa membaca itu penting, karena dengan membaca kita dapat memperoleh informasi atau ilmu pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat bagi kita namun bagi orang lain pula," jelas mantan presenter Metro TV itu. [ida]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Unicorn Bukan Yunikon

Unicorn Bukan Yunikon

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00