Didampingi KPK Harnojoyo Lebih PeDe

Ragam  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 16:31:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Didampingi KPK Harnojoyo Lebih PeDe

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Sejak mendapat pendampingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), saat ini Walikota Palembang, H. Harnojoyo jadi lebih PeDe dalam melaksanakan roda pemerintahan, terutama dalam melaksanakan juga upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, saat ini orang nomor satu di Kota Palembang tersebut mulai berani hitung-hitungan dengan menambah target dari capaian pajak lebih dari 100%.

"Ternyata Walikota mulai berani hitung-hitungan dengan menambah PAD dari sektor pajak," ungkapnya disela-sela kegiatan apel dalam rangka penertiban reklame liar bersama KPK di halaman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel, Kamis (6/12/18).

"Kita disini bukan untuk melakukan tindakan hukum tetapi merubah maindset, bagimana merunah pola pikir yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan asli daerah," sampainya.

Lebih lanjut disampaikan Saut, program yang dilaksanakan bersama Walikota ini bukan hanya soal merunah sistem birokrasi pemerintahan. Dimana, yang diambil adalah maindset nya dulu, bahwa ada sesuatu yang merupakan tugas negara, untuk mengambil dan memeliharanya serta mengembalikan ke rakyat.

"Itu nanti juga akan dikembalikan ke rakyat, berupa gaji, sarana rakyat seperti jalan, perlindungan dll. Jadi ini hanya, bagaimana pemerintah bisa mengelola, dengan menjaga teks ratio jadi lebih ideal, supaya indeks persepsi korupsi kita lebih baik" ungkapnya.

Saud mengatakan, untuk di Palembang sendiri, KPK akan terus mendampingi keinginan Walikota dalam peningkatan PAD dari sektor penerimaan pajak.

"Kita masuk di detail-detail nya sampai ke teknologinya, seperti apa teknologi yang dipakai, sehingga saat kamu makan di rumah makan, maka pajak yang dibayarkan akan masuk langsung ke sistem dan itu bisa dilihat langsung oleh Walikota dan Wakil Walikota," terangnya.

Seperti yang disampaikan Walikota Palembang, tidak ada negara yang bisa hidup tanpa pajak dan pendapatan lain. Dimana, pendampingan KPK ke Pemkot Palembang, bukan soal besar kecil dari pendapatan, tetapi disana akan diambil pola pikir masyarakat maupun pemerintah terhadap kejujuran itu sendiri.

"Bukan soal besar kecilnya, tapi yang kita ambil adalah pola pikir dan perilakunya. Ketika perilakunya sudah mulai baik, maka diangka-angka lebih besar mereka akan baik," ulasnya.

Saud memastikan jika KPK siap berada ditengah-tengah Pemerintah seperti di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, termasuk melakukan mendukung Walikota dan melaksanakan penegakan hukum, melalui koordinasi aparat penegak hukum lainnya.

"Kita tidak perlu berada pada titik stagnan dan harus kita mulai. Seperti hari ini kita mulai di Kota Palembang dan Provinsi Sumsel. Guberur dan Walikota tadi juga siap dengan pengembangan lain terkait peningkatan PAD," tandasnya. [irm]

Komentar Pembaca
Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00