Kemendagri Dan KPU Harus Jelaskan Soal 31 Juta DPT Susulan

Politik  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 07:45:00 WIB

Kemendagri Dan KPU Harus Jelaskan Soal 31 Juta DPT Susulan
RMOL. Isu soal adanya 31 juta data penduduk susulan yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri kepada Komisi Pemilihan Umum menuai polemik.

Forum Rakyat Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma mengatakan, jika benar ada 31 juta data penduduk yang menyusul masuk daftar pemilih tetap (DPT) maka akan mempengaruhi pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019 menjadi tidak jurdil.

"Meski dipertanyakan banyak pihak anehnya data susulan itu sampai hari ini belum boleh dibuka oleh Kemendagri dengan alasan rahasia," kata Lieus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/12).
 
"Maka kalau sampai data 31 juta pemilih susulan itu tidak juga dibuka ke publik hingga akhir tahun ini, KPU terancam kehilangan kredibilitasnya karena dinilai tidak teransparan. Dan pelaksanaan Pemilu 2019 terancam tidak jurdil," sambungnya.

Oleh karena itu, Lieus meminta KPU tidak bermain-main dengan data pemilih susulan yang menjadi tanda tanya publik.

"Pemilu itu bukan kerja main-main, ini menyangkut masa depan bangsa dan negara. Kalau sejak awal sudah ada dugaan kecurangan maka hasilnya juga akan curang. Masak sih DPT sudah ditetapkan masih ada data susulan," ujarnya.

Lieus pun mengaku akan menanyakan langsung ke Kemendagri untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

"Pak Tjahjo (mendagri) itu teman saya ketika sama-sama menjadi pengurus KNPI. Saya percaya dia tidak akan melakukan hal-hal yang akan merugikan bangsa dan negara ini," imbuhnya. [wah]


Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00