Mabes Polri Tangani Kasus Ujaran Kebencian Habib Bahar

Sosial  RABU, 05 DESEMBER 2018 , 21:34:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Mabes Polri Tangani Kasus Ujaran Kebencian Habib Bahar

Habib Bahar/NET

RMOLSumsel. Kasus ujaran kebencian yang menjerat  Habib Bahar bin Smith merupakan domain Mabes Polri. Meskipun kejadian dalam video yang diduga menghina Presiden Republik Indonesia itu terjadi di Palembang sejak dua tahun lalu.

Namun pihak Polda Sumatera Selatan hanya diberikan wewenang pemeriksaan terhadap kasus tersebut. 

Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Slamet Widodo mengatakan terkait penyelidikan kasus Habib Bahar hanya akan dijelaskan dari Mabes Polri.

"Itu kan sudah diwarning, satu suara dari Mabes. Untuk penyelidikan dan pemeriksaan saksi di sini tanya langsung ke Dirkrimum," ujar Slamet.

Hal senada juga dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Besar Yustan Alpian dirinya enggan berkomentar banyak soal kasus tersebut.

"Saya gak paham, Mabes itu. Saya gak tahu, gak mau komentar soal itu," singkatnya.

Sebelumnya dalam kasus tersebut Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Sumatra Selatan Habib Mahdi Muhammad Syahab dipanggil penyidik Polda Sumsel terkait kasus ujaran kebencian yang tengah menjerat Habib Bahar Smith.

Habib Mahdi mengatakan, dirinya mendapatkan surat panggilan dari Polda Sumsel pada 3 November 2018 kemarin. Namun dirinya mengaku tidak menerima surat panggilan tersebut secara langsung karena sedang tidak berada di rumah.

"Di dalam surat saya dijadwalkan diperiksa sebagai saksi tanggal 3 November 2018 jam sembilan pagi. Sedangkan saya terima surat panggilan tanggal 3 November malam yang sama, itu juga terima dari orang warung depan rumah karena saya lagi di luar kota. Otomatis saya tidak bisa hadir. Saya gak tahu siapa yang kasih surat panggilan," ujar Mahdi, Rabu (5/12).

Usai mendapatkan surat tersebut, Mahdi mengaku langsung berkoordinasi dengan penyidik Polda Sumsel karena berhalangan hadir dalam jadwal pemeriksaan tersebut. Namun dirinya belum mengetahui kapan jadwal pemeriksaan ulang terhadap dirinya tersebut.

"Belum tahu kapan bakal diperiksa lagi. Saya siap memberikan keterangan terkait hal tersebut untuk membantu penyelidikan polisi," ungkap dia.

Mahdi menjelaskan, dirinya membenarkan bahwa pernah mengundang Habib Bahar untuk mengisi majelis pengajian di Palembang. Meskipun lupa tanggal pengajian tersebut, dirinya menyangkal bahwa acara tersebut diselenggarakan pada 2017 melainkan 2016. 

Mahdi pun mengaku sudah lupa terkait apa yang disampaikan Habib Bahar Smith dalam majelis pengajian tersebut. Karena sejak saat itu pihaknya sudah banyak mengundang ulama besar dan menggelar pengajian yang tak kalah besar hingga saat ini.

"Undangan yang datang waktu pengajian Habib Bahar itu mungkin sampai ribuan. Banyak jemaahnya karena itu acara besar, jadi banyak warga hadir," ungkapnya.

Mahdi pun membantah adanya penggeledahan rumah Habib Bahar Smith di Palembang, karena sepengetahuannya, Habib Bahar tidak memiliki rumah di Palembang.

"Mungkin itu penggeledahan lokasi acara pengajian," pungkasnya. [irm]


Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00