Karet Pengaruhi Penurunan Ekspor Sumsel

Ekonomi  SELASA, 04 DESEMBER 2018 , 21:29:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Karet Pengaruhi Penurunan Ekspor Sumsel
RMOL. Karet menjadi komoditas utama dalam ekspor nonmigas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Sehingga, pergerakan dari karet berdampak signifikan terhadap perdagangan luar negeri provinsi itu.

Dimana, dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, saat ini terjadi penurunan nilai ekspor Sumsel, karena turunnya ekspor karet.

Dari catatan pihaknya, ungkap Kepala Bidang dan Distribusi BOS Sumsel, Heri Mimar, ekspor Sumsel turun sebesar 4,24% pada Oktober 2018 dibanding bulan sebelumnya dari semula US$408,07 juta menjadi US$390,76 juta yang dipengaruhi turunnya ekspor karet.

"Ekspor karet tercatat turun 30,82% pada periode Oktober month to month (m to m) dari semula US$124,65 juta menjadi US$93,83 juta," sampainya.

Penurunan ekspor nonmigas juga terjadi pada komoditas yang memiliki share dominan di Sumsel, yakni bubur kayu/pulp sebesar 39,68% dari semula US$128,81 juta menjadi US$89,13 juta.

"Ada dua Kedua komoditas yang memiliki peran terhadap total ekspor nonmigas Sumsel sebesar 66% sehingga ketika nilainya turun langsung berpengaruh terhadap penurunan nilai ekspor," ulasnya.

Secara negara tujuan, ekspor Sumatra Selatan bulan Oktober 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan September 2018.

Penurunan terjadi pada beberapa negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,Italia,  dan Jerman meskipun ekspor ke Malaysia, Vietnam dan India mengalami peningkatan nilai ekspor.

"Tiongkok,Malaysia dan India menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari-Oktober 2018," tandasnya. [yip]

Komentar Pembaca
'Lautan' Manusia di Pinggir Sungai Musi Saat Kampanye Prabowo
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00